6 Hal Penting di Balik Kematian Ayatollah Ali Khamenei Usai Serangan AS–Israel

Last Updated: 3 Maret 2026By Tags: ,

Image: ali khaminaie

Aruna9news.com – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut disebut menghantam kompleks kediamannya di Teheran dengan puluhan bom.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi pihak pertama yang mengumumkan kematian Khamenei. Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi tersebut berhasil menewaskan pemimpin Iran itu. Pernyataan serupa juga disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengatakan ada banyak indikasi bahwa Khamenei tidak lagi hidup setelah kompleks kediamannya dihancurkan.

1. Iran Resmi Mengonfirmasi

Media pemerintah Iran, termasuk IRIB, mengonfirmasi bahwa Khamenei telah wafat. Sejumlah kantor berita Iran juga melaporkan hal serupa dan menyebut pemimpin tertinggi itu gugur dalam serangan gabungan AS dan Israel.

2. Tewas Saat Bertugas

Laporan media Iran menyebut Khamenei meninggal di kantornya ketika sedang menjalankan tugas negara pada hari serangan terjadi. Hingga kini, detail teknis mengenai serangan tersebut belum diungkap secara rinci.

3. Anggota Keluarga Ikut Menjadi Korban

Media Iran melaporkan beberapa anggota keluarga Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucunya, turut tewas dalam serangan tersebut.

4. Iran Tetapkan Masa Berkabung

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mengumumkan libur nasional selama sepekan untuk menghormati wafatnya pemimpin tertinggi mereka.

5. Ancaman Balasan dari Garda Revolusi

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan akan memberikan balasan keras terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Khamenei. Mereka menegaskan operasi balasan akan menargetkan kepentingan militer AS dan Israel di kawasan dengan serangan rudal dan drone.

6. Proses Penentuan Pengganti

Kematian Khamenei memunculkan pertanyaan soal kepemimpinan baru Iran. Pemimpin tertinggi selanjutnya akan dipilih oleh Majelis Pakar, lembaga ulama beranggotakan 88 orang. Beberapa nama yang disebut berpotensi menjadi penerus antara lain Mojtaba Khamenei, Alireza Arafi, Mohammad Mehdi Mirbagheri, Hassan Khomeini, dan Hashem Hosseini Bushehri.

Sementara proses suksesi berlangsung, Iran membentuk kepemimpinan sementara yang terdiri dari presiden, kepala kehakiman, dan perwakilan Dewan Penjaga Konstitusi untuk menjalankan tugas pemerintahan hingga pemimpin baru ditetapkan.

Editor: Ariel Yoga Praditya

Source: Detik.com

Leave A Comment