Di Tengah Ketegangan dengan AS, Kanada dan China Sepakat Turunkan Tarif dalam “Kemitraan Strategis Baru
BEIJING – Dalam langkah diplomatik yang menggemparkan, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan “kemitraan strategis baru” dengan China setelah bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing pada Jumat (16/1/2026), menandai pertemuan bersejarah pertama antara pemimpin kedua negara dalam delapan tahun terakhir.
Kesepakatan Perdagangan di Tengah “Perang Dagang”
Pertemuan ini menghasilkan terobosan penting dalam hubungan bilateral yang sempat memburuk sejak 2018. Carney mengumumkan bahwa China akan menurunkan tarif impor biji kanola Kanada dari sekitar 85% menjadi 15% pada 1 Maret mendatang. Sebagai imbalannya, Kanada akan menurunkan tarif kendaraan listrik China dari 100% menjadi 6,1%, dengan kuota awal 49.000 unit per tahun.
“Ini telah menjadi dua hari yang bersejarah dan produktif,” kata Carney kepada wartawan di Beijing, dengan latar belakang paviliun tradisional dan kolam beku di sebuah taman kota.
Latar Belakang: Tekanan dari Trump
Keputusan Carney untuk mendekatkan diri dengan Beijing terjadi di tengah memburuknya hubungan Kanada-Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Sebelumnya, Trump telah mengenakan tarif pada produk-produk Kanada dan berulang kali menyerukan Kanada menjadi “negara bagian ke-51” Amerika Serikat, memicu kekhawatiran luas di kalangan warga Kanada.
Carney, yang menjabat sebagai PM sejak April tahun lalu setelah menggantikan Justin Trudeau, menyatakan bahwa pemerintahnya fokus membangun ekonomi yang lebih mandiri di tengah apa yang disebutnya sebagai “masa gangguan perdagangan global.”
“Dunia telah berubah secara dramatis,” ujar Carney. “Hubungan kami dengan China kini lebih dapat diprediksi” dibandingkan dengan hubungan Kanada-AS.
“Kemitraan Strategis” untuk “Tatanan Dunia Baru”
Dalam pernyataannya, Carney menggambarkan kemitraan dengan China sebagai fondasi yang “menyiapkan kami dengan baik untuk tatanan dunia baru.” Ia menambahkan bahwa sistem multilateral global telah “terkikis, untuk menggunakan istilah yang sopan, atau dirusak.”
Xi Jinping menyambut baik kunjungan tersebut, menyebutnya sebagai “titik balik” dalam hubungan bilateral. “Dapat dikatakan bahwa pertemuan kami tahun lalu membuka bab baru dalam mengubah hubungan China-Kanada menuju perbaikan,” kata pemimpin China tersebut di Aula Besar Rakyat.
Kesepakatan Komprehensif
Selain penurunan tarif, kedua negara juga menandatangani beberapa kesepakatan mengenai:
• Kerja sama energi bersih dan konvensional
• Keuangan dan investasi dua arah
• Produk pertanian dan kayu
• Kejahatan transnasional
• Pertukaran budaya
Kanada menargetkan peningkatan ekspor ke China sebesar 50% pada tahun 2030, dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pasar AS yang saat ini menyerap sekitar 75% barang Kanada.
Kontroversi dan Kritik
Langkah Carney bukannya tanpa kontroversi. Selama kampanye pemilihan tahun lalu, ia pernah menyebut China sebagai “ancaman keamanan terbesar” bagi Kanada. Namun pada Jumat lalu, nada bicaranya jauh lebih lunak.
“Lanskap keamanan terus berubah, dan di dunia yang lebih berbahaya dan terpecah, kami menghadapi banyak ancaman,” jawab Carney ketika ditanya tentang pernyataan sebelumnya.
Ketika ditanya tentang hak asasi manusia, Carney menyatakan bahwa ia mengangkat isu tersebut dalam pertemuan dengan Xi, dan menjelaskan bahwa Kanada menerapkan pendekatan “realisme berbasis nilai.”
“Kami pada dasarnya membela hak asasi manusia, demokrasi, integritas teritorial, hak untuk menentukan nasib sendiri,” katanya. “Kami menerima dunia sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kami inginkan.”
Dampak Global
Para pengamat melihat kunjungan Carney sebagai contoh bagi negara-negara lain yang juga merasakan dampak dari kebijakan tarif Washington. Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Korea Selatan dan Perdana Menteri Irlandia juga telah mengunjungi Beijing, sementara PM Inggris dan Kanselir Jerman dijadwalkan berkunjung dalam waktu dekat.
Zongyuan Zoe Liu, peneliti senior untuk studi China di Council on Foreign Relations, mengomentari: “Ini menunjukkan seberapa cepat dan seberapa berkomitmen sekutu-sekutu kami untuk menjaga kepentingan mereka sendiri, khususnya terkait keamanan ekonomi mereka.”
Sejarah Hubungan yang Bergelombang
Hubungan Kanada-China mengalami “pembekuan mendalam” sejak 2018 ketika Kanada menangkap eksekutif Huawei Meng Wanzhou atas permintaan AS. Beijing kemudian menahan dua warga Kanada, mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, dengan tuduhan spionase.
Kedua pria yang dikenal sebagai “dua Michael” itu akhirnya dibebaskan pada 2021 sebagai bagian dari kesepakatan yang juga membebaskan Meng. Ketegangan tersebut membuat hubungan bilateral terhenti selama bertahun-tahun.
Prospek ke Depan
Kunjungan tiga hari Carney ke Beijing, di mana ia juga bertemu dengan eksekutif senior dari perusahaan-perusahaan China terkemuka termasuk produsen baterai kendaraan listrik dan raksasa energi, menandai upaya serius untuk mereset hubungan.
Colin Robertson, mantan diplomat Kanada dan wakil presiden di Canadian Global Affairs Institute, menggambarkannya sebagai “reset hubungan” yang mungkin “sederhana dalam ambisinya” tetapi “jauh lebih realistis tentang apa yang secara wajar dapat kami peroleh.”
Setelah meninggalkan China pada Sabtu, Carney dijadwalkan mengunjungi Qatar pada Minggu sebelum menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum di Swiss minggu depan.
berita selengkapnya anda bisa kunjungi :aruna9news.com











