Iran Luncurkan Kapal Induk Drone Canggih, Siap Ubah Kekuatan Militer di Teluk Persia
Teheran – Iran resmi mengoperasikan kapal induk perangnya yang revolusioner, Shahid Beheshti, menandai era baru dalam kemampuan militer maritim Republik Islam dengan fokus pada teknologi drone dan peperangan modern.
Kapal induk bertipe katamaran ini dirancang khusus untuk mengangkut dan meluncurkan pesawat tanpa awak (drone) serta helikopter militer, menjadikannya kapal induk pertama di dunia yang difokuskan untuk operasi drone dalam skala besar. Langkah ini mengukuhkan posisi Iran sebagai salah satu kekuatan regional yang serius dalam teknologi pertahanan tanpa awak.
Platform Militer Generasi Baru

Shahid Beheshti, yang dinamai dari salah satu tokoh revolusi Iran, dilengkapi dengan landasan peluncuran untuk berbagai jenis drone militer termasuk drone pengintai jarak jauh dan drone tempur bersenjata. Kapal ini juga mampu menampung beberapa helikopter untuk operasi pengintaian dan serangan.
“Ini adalah pencapaian besar bagi industri pertahanan Iran yang mandiri,” ujar Laksamana Ali Reza Tangsiri, Komandan Angkatan Laut IRGC, dalam upacara peluncuran di Bandar Abbas. “Kapal ini akan mengubah cara kami memproyeksikan kekuatan di perairan strategis.”
Ancaman Baru di Perairan Strategis
Kehadiran Shahid Beheshti menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan negara-negara Teluk dan sekutu Barat. Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak global, kini berada dalam jangkauan operasional kapal induk drone Iran yang dapat meluncurkan serangan presisi dari jarak jauh.
Analis militer mencatat bahwa drone-drone Iran telah terbukti efektif dalam konflik regional, termasuk yang digunakan oleh kelompok-kelompok sekutu Iran di Timur Tengah. Kemampuan untuk meluncurkan armada drone dari platform laut yang bergerak membuat pertahanan menjadi jauh lebih kompleks.
Respons Internasional
Amerika Serikat dan Israel menyatakan sedang mengamati perkembangan ini dengan cermat. Pentagon dalam pernyataannya mengatakan bahwa mereka “memantau semua perkembangan kemampuan militer Iran yang dapat mengancam stabilitas regional dan kepentingan sekutu.”
Sementara itu, negara-negara Arab di Teluk Persia dilaporkan telah mengintensifkan konsultasi keamanan dengan Washington terkait ancaman potensial dari sistem drone laut Iran.
Teknologi Dalam Negeri
Iran mengklaim bahwa Shahid Beheshti sepenuhnya diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri, menunjukkan kemajuan signifikan meskipun di bawah sanksi internasional yang ketat. Kapal ini merupakan bagian dari strategi Iran untuk mengembangkan “asymmetric warfare” atau perang asimetris yang mengandalkan teknologi murah namun efektif.
Para ahli memperkirakan bahwa Iran akan terus mengembangkan armada kapal-kapal pendukung drone serupa sebagai respons terhadap superioritas kapal induk konvensional yang dimiliki kekuatan laut global seperti AS.
Peluncuran Shahid Beheshti menandai babak baru dalam perlombaan senjata regional dan menambah kompleksitas dinamika keamanan di salah satu kawasan paling strategis di dunia.












