Menjemput Fajar Estetika: Revolusi ‘Gentengnisasi’ untuk Wajah Indonesia yang Bermartabat

Last Updated: 6 Februari 2026By Tags: , , ,
JAKARTA – Di bawah langit Nusantara yang biru, pemerintah memulai langkah berani untuk mengubah “mahkota” hunian rakyat. Gerakan Gentengnisasi kini resmi menjadi program strategis nasional untuk mengikis dominasi atap seng dan menggantinya dengan genteng yang lebih artistik dan fungsional. Ini adalah langkah besar menuju visi Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Pesan Kuat dari Istana
Dalam rapat koordinasi nasional, Presiden menekankan bahwa lingkungan yang indah adalah hak setiap warga negara, bukan hanya mereka yang tinggal di kawasan elit.
“Negara kita indah, tapi kalau dilihat dari atas, pemandangan atap seng yang berkarat itu menyedihkan. Kita ingin rakyat kita tinggal di bawah atap yang sejuk, yang manusiawi. Gentengnisasi bukan sekadar gaya-gayaan, ini adalah soal martabat dan kenyamanan hidup. Kita ingin Indonesia terlihat asri, tertata, dan beradab.”
— Presiden RI
Detail Program: Anggaran dan Mekanisme
Untuk mewujudkan visi ini, pemerintah telah menyiapkan kerangka kerja yang sistematis:
  • Alokasi Anggaran: Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan dana stimulan yang bersumber dari reformat alokasi subsidi perumahan serta dukungan APBD.
  • Subsidi Langsung: Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan mendapatkan subsidi material genteng melalui Koperasi Desa Merah Putih, di mana warga hanya perlu menanggung biaya pemasangan secara swadaya atau gotong royong.
  • Inovasi Material: Selain genteng tanah liat tradisional, pemerintah menggandeng industri lokal untuk memproduksi genteng berbahan fly ash dan bottom ash (FABA) yang lebih terjangkau namun memiliki estetika serupa.
Wilayah Percontohan (Pilot Project)
Sebagai langkah awal, gerakan ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang menjadi gerbang pariwisata dan penyangga ibu kota:
Wilayah Fokus Pengembangan
Banten & Jawa Barat Kawasan penyangga Jakarta untuk menciptakan kesan rapi saat mendarat di Soekarno-Hatta.
Bali & NTB Memperkuat arsitektur vernakular untuk mendukung zona pariwisata internasional.
Ibu Kota Nusantara (IKN) Menjadi standar emas (gold standard) pemukiman penduduk di sekitar kawasan inti.
Dampak Ekonomi Berantai
Gerakan ini diprediksi akan menghidupkan kembali ribuan UMKM perajin genteng di pelosok daerah. Dengan meningkatnya permintaan, ekonomi desa diharapkan bergerak lebih dinamis, menciptakan lapangan kerja baru dalam rantai produksi dan distribusi material bangunan lokal.

Leave A Comment