Hemat ala Anak Kos, Strategi Bertahan Selama Puasa hingga Lebaran

Ilustrasi berbuka puasa (Aliya Lathifa restu/Aruna9News)
Aruna9news.com – Menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran, kebutuhan hidup kerap mengalami peningkatan. Bagi anak kos, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah harga bahan pokok yang cenderung naik. Meski demikian, menjalani puasa dengan kondisi keuangan terbatas tetap bisa dilakukan dengan strategi yang tepat.
Salah satu cara yang paling banyak diterapkan adalah memasak sendiri dengan menu sederhana. Lauk seperti telur, tempe, atau ayam kecap dinilai lebih hemat karena bisa dimasak dalam jumlah besar dan dikonsumsi selama beberapa hari. Selain mengurangi biaya makan, memasak juga membantu menghindari pengeluaran berlebih akibat kebiasaan membeli makanan siap saji.
Dalam hal belanja kebutuhan dapur, waktu juga menjadi faktor penting. Banyak anak kos memilih berbelanja pada pagi hari atau setelah tarawih karena harga relatif lebih stabil dan barang masih segar. Membuat daftar belanja sebelum berangkat juga membantu menekan pengeluaran impulsif, terutama saat berbelanja dalam kondisi lapar.
Saat berbuka puasa, kesederhanaan justru menjadi kunci penghematan. Air putih dan makanan ringan seperti kurma atau buah sudah cukup untuk mengembalikan energi. Minuman manis buatan sendiri dianggap lebih ekonomis dibandingkan minuman kemasan yang harganya lebih mahal dan cepat habis.
Sahur juga menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan. Selain menjaga stamina selama berpuasa, sahur membantu menghindari kebiasaan jajan berlebihan di siang hari. Menu praktis seperti nasi dan telur, nasi goreng sederhana, atau oatmeal menjadi pilihan favorit karena murah dan mengenyangkan.
Tak sedikit pula anak kos yang memanfaatkan pembagian takjil gratis di masjid atau kegiatan buka puasa bersama. Selain menghemat biaya makan, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan selama Ramadan.
Di sisi lain, pengeluaran menjelang Lebaran seperti kebutuhan mudik, zakat, dan sedekah mulai disiasati dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit sejak awal puasa. Bahkan nominal kecil yang ditabung secara rutin dinilai cukup membantu saat kebutuhan meningkat di akhir Ramadan.
Untuk urusan penampilan, banyak anak kos memilih menahan diri membeli pakaian baru. Dengan memadupadankan pakaian lama atau menunggu diskon setelah Lebaran, pengeluaran bisa ditekan tanpa mengurangi makna perayaan.
Penghematan juga diterapkan dalam penggunaan listrik dan air di kos. Memasak sekaligus, mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan, serta menggunakan kipas atau AC seperlunya menjadi langkah sederhana yang berdampak pada pengeluaran bulanan.
Dengan perencanaan yang matang dan gaya hidup sederhana, menjalani puasa hingga Lebaran tetap bisa dilakukan dengan nyaman meski dalam keterbatasan. Bagi anak kos, kunci utamanya adalah menyesuaikan kebutuhan dengan kemampuan, tanpa menghilangkan esensi Ramadan itu sendiri.
Penulis : Aliya Lathifa Restu










