Asal-Usul Kata Mudik, Dari Budaya Sungai hingga Tradisi Lebaran

Last Updated: 23 Februari 2026By Tags: , ,

Image: Ilustrasi mudik

Aruna9news.com – Jutaan masyarakat Indonesia diperkirakan pulang ke kampung halaman saat libur Idul Fitri tahun ini. Tradisi mudik memang sudah melekat dengan perayaan Lebaran. Meski dilakukan oleh banyak orang, tidak semua mengetahui bahwa kata “mudik” memiliki asal-usul khusus yang berkaitan dengan budaya sungai, urbanisasi, serta perubahan pola hidup masyarakat Indonesia, Mengacu pada situs Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Informatika, istilah mudik berasal dari bahasa Jawa “mulih dilik” yang berarti pulang sebentar. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan mudik sebagai kegiatan menuju udik atau pedalaman, sekaligus kembali ke kampung halaman.

Penjelasan lain disampaikan oleh Universitas Gadjah Mada. Secara etimologis, mudik berakar dari kata “udik” dalam bahasa Melayu yang berarti hulu atau ujung sungai. Antropolog UGM Prof. Heddy Shri Ahimsa-Putra menjelaskan bahwa istilah tersebut berkaitan dengan perjalanan dari muara menuju hulu. Ketika urbanisasi berkembang dan masyarakat merantau ke kota, istilah mudik pun semakin dikenal untuk menggambarkan kebiasaan kembali ke kampung halaman.

Mengenai asal-usul tradisinya, Kementerian Perhubungan menyebut kebiasaan mudik semakin kuat sejak era 1970-an, seiring meningkatnya arus urbanisasi ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Prof. Purnawan Basundoro menilai fenomena ini berkaitan dengan perpindahan penduduk setelah kemerdekaan, ketika banyak orang datang ke kota untuk mencari pekerjaan, Seiring waktu, kebiasaan pulang ke kampung halaman tersebut dikenal luas sebagai mudik. Kini, mudik tidak hanya berkaitan dengan satu perayaan tertentu, tetapi telah berkembang menjadi tradisi sosial yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Source: CNBC Indonesia

Leave A Comment