Angkat Isu Ruang Publik dan Eksistensi Sosial, Mahasiswa DKV Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Gelar Pameran “Visible Existence” di Taman Menteng

Last Updated: 20 Februari 2026By

 

Esaunggul.ac.id, Menghadirkan 63 karya fotografi dan menyedot antusiasme publik ibu kota, mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University sukses menyelenggarakan pameran fotografi bertajuk Visible Existence di Taman Menteng (Rumah Kaca), Jakarta Pusat.

Pameran yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Februari 2026, ini terbuka untuk umum dan menjadi ruang dialog antara karya akademik dan masyarakat. Sebanyak 63 karya fotografi ditampilkan dengan beragam sudut pandang mengenai dinamika ruang publik, realitas sosial, serta ekspresi keseharian masyarakat urban.

Melalui tema Visible Existence, mahasiswa berupaya menghadirkan narasi visual tentang keberadaan, baik individu maupun kelompok yang kerap luput dari perhatian, namun memiliki makna kuat dalam konteks sosial dan budaya. Pameran ini tidak sekadar menjadi ajang ujian karya atau unjuk kemampuan teknis, tetapi juga ruang refleksi dan kritik sosial melalui medium fotografi. Visible Existence lahir dari kegelisahan terhadap berbagai realitas yang hadir di kehidupan sosial. Kegiatan yang digelar bukan hanya sekedar ujian karya mahasiswa, Hiburan, dokumentasi ataupun unjuk keahlian dalam bidang fotografi semata. Lebih dari itu, pameran ini menjadi ruang refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan nyata dan kritik sosial yang disampaikan melalui medium fotografi. Setiap karya tidak hanya berbicara tentang estetika visual, tetapi juga tentang kesadaran tiap-tiap manusia.

Kurator pameran sekaligus Wakil Dekan FDIK Universitas Esa Unggul, Dr. Muhammad Fauzi, S.Ds., M.Ds.,, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban intelektual mahasiswa di ruang publik.

“Pameran ini adalah refleksi proses akademik mahasiswa dalam menghadirkan karya di ruang publik. Tidak ada yang lebih membanggakan selain melihat mahasiswa tumbuh dan martabatnya terangkat melalui karya-karya yang bermakna,” ujarnya.

Ketua Gugus Kendali Mutu FDIK, Rudi Herimarwan, S.Sn, M.Ds, menambahkan bahwa pembelajaran kreatif harus hadir secara kontekstual.

“Pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas. Kontribusi langsung kepada masyarakat melalui karya seperti ini menjadi implementasi akademik yang nyata,” jelasnya.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah sesi talk show yang menghadirkan  Ahmad Fuad, S.Sn., M.Ds, dosen FDIK sekaligus fotografer profesional, dengan moderator Afnida Qurrata Ayuni. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, dihadiri mahasiswa, komunitas fotografi, serta pengunjung umum yang antusias mengajukan pertanyaan.

Dalam pemaparannya, Ahmad Fuad menjelaskan bahwa urban photography bukan sekadar aktivitas memotret di jalanan, melainkan kemampuan membaca realitas kota secara selektif dan reflektif.

“Di ruang publik, kita dihadapkan pada polusi visual—iklan, rambu, kabel, keramaian. Tantangan fotografer adalah bagaimana melihat secara fokus di tengah kompleksitas itu. Foto yang kuat bukan hanya indah secara visual, tetapi mampu menyampaikan narasi,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya elemen judul dan caption sebagai penguat makna.

“Sebuah foto bisa berdiri sendiri, tetapi judul yang tepat dapat membuka lapisan interpretasi baru. Namun perlu dipahami, makna tetap bersifat subjektif—setiap audiens membawa pengalaman, budaya, dan perspektifnya masing-masing.”

Diskusi kemudian berkembang pada isu autentisitas karya di tengah perkembangan teknologi AI dan manipulasi digital. Ahmad Fuad mengajak mahasiswa untuk memiliki kesadaran etis dalam berkarya.

“Batas autentisitas ada pada integritas fotografer itu sendiri. Editing adalah bagian dari proses kreatif, tetapi transparansi dan kejujuran menjadi kunci. Di era AI, justru identitas dan perspektif personal menjadi pembeda utama seorang kreator.”

Sesi tanya jawab berlangsung aktif, dengan peserta menggali lebih dalam mengenai proses kreatif, eksplorasi visual, hingga strategi membangun portofolio profesional. Talk show ini tidak hanya memperkaya pemahaman teknis, tetapi juga memperluas wawasan konseptual mahasiswa tentang fotografi sebagai medium epistemik—alat untuk merekam sekaligus membangun narasi sosial.

Dekan Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul, Dr. Indra Gunara Rochyat, S.Sn., MA, M.Ds, memberikan apresiasi atas integrasi antara kedalaman konseptual dan kualitas teknis karya mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya menangkap citra, tetapi juga membangun narasi dan perspektif kritis melalui fotografi. Pameran ini menunjukkan capaian pembelajaran yang utuh—mulai dari konseptualisasi ide hingga eksekusi profesional di ruang publik,” ungkapnya.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pameran ini sebagai wujud ekosistem akademik yang produktif dan kolaboratif.

“Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan karya yang tidak hanya kuat secara estetika, tetapi juga memiliki kedalaman makna dan relevansi sosial. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di Universitas Esa Unggul mampu melahirkan insan kreatif yang adaptif, reflektif, dan siap berkontribusi di ruang publik,” ujarnya.

Pameran Visible Existence merupakan agenda rutin tahunan Program Studi Desain Komunikasi Visual FDIK Universitas Esa Unggul. Kehadiran pameris terdahulu seperti Refleksi Analog dan Scale Shoots Exhibition turut memperkuat kesinambungan tradisi berkarya di lingkungan akademik.

Melalui kegiatan ini, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan kreatif yang terintegrasi antara kualitas akademik, sensitivitas sosial, dan relevansi global.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University memiliki 10 fakultas yakni, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Desain & Industri Kreatif, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Fisioterapi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Esa Unggul memiliki program pembelajaran Kelas Reguler, Kelas Karyawan dan Program Pendidikan Jarak Jauh.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University terakreditasi unggul berdasarkan SK BAN PT: 2041/SK/BAN-PT/Ak/PT/XI/2024. Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University juga meraih peringkat:

  • 3 PTS Terbaik Se-Jakarta
  • 15 PTS Terbaik Se-Indonesia
  • 46 PTN & PTS Terbaik Se-Nasional (Berdasarkan Pemeringkatan UniRank / 4ICU 2025)
  • Peringkat 2 DKI Jakarta, 29 Nasional, 203 Internasional (UI GreenMetric World University Rankings 2025)

Hanya Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University satu-satunya kampus di Indonesia yang mendapatkan dukungan dan kerjasama dari Arizona State University (ASU) dalam mewujudkan visinya untuk menjadi world class university, serta menyediakan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Dengan semangat “unggul dan global,” Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University terus melangkah maju dalam menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan dunia di masa kini dan masa depan.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment