Menikmati Ramadhan di Madinah: Ziarah Masjid-Masjid Bersejarah di Sekitar Masjid Nabawi
MADINAH — Bulan suci Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda di Kota Madinah. Kota yang menjadi tempat hijrah Nabi Muhammad ini berubah menjadi lautan manusia yang datang membawa kerinduan untuk beribadah lebih dekat dengan sejarah Islam.
Di jantung kota berdiri megah Masjid Nabawi, masjid suci yang menjadi tujuan utama jamaah dari berbagai negara. Selama Ramadhan, pelataran masjid dipenuhi jamaah yang menanti waktu berbuka, melaksanakan salat tarawih, hingga menghidupkan malam dengan tilawah Al-Qur’an dan i’tikaf.
Bagi banyak jamaah, Ramadhan di Madinah bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga perjalanan spiritual menelusuri jejak perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Raudhah, Taman Surga yang Dirindukan Jamaah

Salah satu lokasi paling istimewa di Masjid Nabawi adalah Raudhah, area di antara mimbar dan rumah Rasulullah SAW yang disebut sebagai taman surga. Di tempat inilah jamaah memanjatkan doa dengan harapan mendapat keberkahan Ramadhan yang berlipat ganda.
Suasana haru kerap terasa ketika jamaah berhasil menunaikan salat di area tersebut, terlebih pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Masjid Quba dan Tradisi Ziarah Rasulullah

Tak jauh dari Masjid Nabawi berdiri Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW diriwayatkan rutin mengunjungi masjid ini, bahkan berjalan kaki atau berkendara setiap pekan.
Pada bulan Ramadhan, jamaah mengikuti sunnah tersebut dengan melaksanakan salat dua rakaat di Masjid Quba yang memiliki keutamaan pahala setara umrah.
Masjid Qiblatain, Simbol Ketaatan Umat

Perjalanan ziarah di Madinah biasanya berlanjut menuju Masjid Qiblatain. Masjid ini menjadi saksi sejarah perubahan arah kiblat umat Islam dari Masjid Al-Aqsa menuju Ka’bah.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat tentang kepatuhan total umat Islam terhadap perintah Allah SWT—nilai yang terasa semakin kuat dimaknai selama Ramadhan.
Masjid Ghamamah, Tempat Rasulullah Menunaikan Salat Id

Di kawasan dekat Masjid Nabawi terdapat Masjid Al-Ghamamah. Masjid ini diyakini sebagai lokasi Rasulullah SAW melaksanakan salat Id serta salat istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Meski tidak sebesar Masjid Nabawi, tempat ini menghadirkan ketenangan tersendiri bagi jamaah yang ingin merasakan jejak ibadah Nabi secara langsung
Masjid Tujuh dan Jejak Keteguhan Perang Khandaq

Jamaah juga kerap mengunjungi kawasan Masjid Tujuh yang berkaitan dengan peristiwa Perang Khandaq.
Di kawasan inilah umat Islam mempertahankan Madinah melalui strategi parit pertahanan. Nilai kesabaran, persatuan, dan tawakal menjadi pelajaran penting yang relevan dengan semangat Ramadhan.
Masjid Imam Bukhari dan Warisan Keilmuan Islam

Ziarah di Madinah juga membawa jamaah menuju kawasan Masjid Imam Bukhari yang dikaitkan dengan ulama besar ahli hadis, Imam Bukhari.
Nama besar Imam Bukhari dikenal melalui karya monumental Shahih Bukhari, kitab hadis yang menjadi rujukan utama umat Islam hingga kini. Kunjungan ke lokasi ini menjadi refleksi tentang pentingnya ilmu dalam menjaga ajaran Rasulullah SAW lintas generasi.
Ramadhan di Kota Nabi
Ramadhan di Madinah menghadirkan suasana yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Saat azan Maghrib berkumandang di Masjid Nabawi, ribuan jamaah berbuka bersama tanpa mengenal perbedaan bangsa dan bahasa.
Di kota inilah spiritualitas, sejarah, dan persaudaraan umat Islam menyatu. Setiap langkah ziarah menjadi pengingat bahwa perjuangan Rasulullah SAW yang dimulai di Madinah terus hidup dalam ibadah umat Islam hingga hari ini.
Bagi banyak jamaah, meninggalkan Madinah di akhir perjalanan menjadi momen paling berat—karena selalu ada doa yang sama: kembali lagi ke Kota Nabi pada Ramadhan berikutnya.












