Larangan Sombong dalam Al-Qur’an: Refleksi Makna QS Al-Isra Ayat 37 bagi Kehidupan Modern

Last Updated: 2 Maret 2026By Tags: , , ,

SC : Element Canva

Aruna9news.com – Al-Qur’an memberikan banyak pedoman moral bagi manusia dalam menjalani kehidupan, salah satunya terkait larangan bersikap sombong. Pesan tersebut tertuang dalam QS Al-Isra ayat 37 yang menegaskan bahwa manusia tidak layak berjalan di muka bumi dengan penuh keangkuhan karena hakikatnya memiliki keterbatasan.

Ayat tersebut mengandung makna bahwa kesombongan merupakan sikap yang bertentangan dengan fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan. Manusia diingatkan bahwa ia tidak mampu menembus bumi dan tidak dapat menjulang setinggi gunung, sebuah perumpamaan yang menunjukkan betapa kecilnya manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT.

Dalam perspektif Al-Qur’an, kesombongan muncul dari perasaan paling tinggi, baik dalam hal harta, ilmu, jabatan, maupun penampilan. Sikap ini menjadikan seseorang merendahkan orang lain dan melupakan bahwa seluruh kelebihan yang dimiliki hanyalah titipan.

Al-Qur’an juga menjelaskan akibat dari sifat sombong. Kesombongan menjadi penyebab tertutupnya hati dari kebenaran, sebagaimana dicontohkan dalam kisah Iblis yang menolak perintah Allah karena merasa lebih mulia. Selain itu, kesombongan dapat menghapus amal kebaikan karena dilakukan bukan atas dasar keikhlasan, melainkan untuk meninggikan diri.

Dampak sosial dari sikap sombong pun tidak dapat diabaikan. Kesombongan memicu permusuhan, menjauhkan seseorang dari lingkungan, serta merusak hubungan antarmanusia. Dalam kehidupan kampus, misalnya, sikap ini dapat menghambat kolaborasi, memicu individualisme, dan menghilangkan nilai saling menghargai dalam proses belajar.

Sebaliknya, Al-Qur’an mendorong manusia untuk bersikap rendah hati. Kerendahan hati menjadikan seseorang lebih terbuka menerima ilmu, mudah bergaul, dan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah. Sikap tawadhu juga mencerminkan kesadaran bahwa semua yang dimiliki hanyalah amanah.

Melalui QS Al-Isra ayat 37, Al-Qur’an mengajarkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada keangkuhan, melainkan pada ketaatan dan akhlak yang baik. Pesan ini relevan bagi mahasiswa sebagai generasi terdidik agar tidak terjebak dalam kesombongan intelektual maupun sosial, tetapi tetap menjunjung nilai rendah hati dalam meraih prestasi.

Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment