Misbakhun Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik AS-Israel-Iran Jelang Ramadhan

Image: Misbakhun
Aruna9news.com – Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah kebijakan yang konkret untuk meredam potensi tekanan terhadap perekonomian nasional, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang saling melancarkan serangan balasan.
Misbakhun menilai eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berisiko menyeret negara-negara penting dalam rantai pasok energi global, sehingga dapat memicu kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Jika tidak diantisipasi dengan perhitungan yang matang, kondisi ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah, membengkakkan beban subsidi energi dalam APBN, serta mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa Ramadhan identik dengan lonjakan konsumsi masyarakat. Apabila pada saat bersamaan harga energi global meningkat dan nilai tukar bergejolak, tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin kuat. Karena itu, pemerintah diminta segera menyiapkan skenario fiskal yang jelas disertai langkah stabilisasi yang konkret.
Misbakhun juga meminta Kementerian Keuangan menyusun skenario fiskal darurat yang realistis, termasuk kemungkinan penyesuaian postur belanja negara jika harga minyak dunia bertahan tinggi. Menurutnya, penguatan cadangan fiskal dan penajaman prioritas belanja perlu dilakukan agar ruang APBN tetap aman tanpa mengorbankan program perlindungan sosial.
Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta likuiditas pasar keuangan. Gejolak global kerap memicu arus modal keluar dan tekanan terhadap rupiah, sehingga bauran kebijakan fiskal dan moneter harus dirancang secara terintegrasi.
Misbakhun menambahkan, stabilitas rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan harus tetap terjaga demi memberikan kepastian bagi dunia usaha dan rasa aman bagi masyarakat. Ia juga mendorong pemerintah memastikan pasokan energi dan distribusi logistik dalam negeri berjalan lancar. Jika harga minyak dunia melonjak tajam, pemerintah perlu menyiapkan langkah penyangga agar harga BBM domestik tidak langsung memicu kenaikan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Menurutnya, daya beli masyarakat harus menjadi prioritas utama agar mereka tidak menghadapi kenaikan harga berlapis saat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambut Idul Fitri. Komisi XI DPR RI, lanjutnya, akan terus memantau respons kebijakan pemerintah, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi, inflasi, nilai tukar, dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Editor: Ariel Yoga Praditya
Source: Detik.com










