Trump Blokir Anthropic Secara Nasional, OpenAI Resmi Ambil Alih Kontrak Militer AS

Last Updated: 5 Maret 2026By Tags: , ,

Ilustrasi Boikot Chatgpt

Aruna9news.com  – Ketegangan antara industri teknologi dan pemerintah Amerika Serikat mencapai puncaknya. Presiden Donald Trump secara resmi memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi dari Anthropic, pengembang AI Claude. Keputusan drastis ini diambil setelah Anthropic menolak keras permintaan Pentagon untuk melonggarkan batasan etika pada sistem kecerdasan buatan mereka.

Langkah pemblokiran ini berawal dari kegagalan negosiasi mengenai penggunaan AI dalam operasi militer. Anthropic bersikeras mempertahankan “garis merah” mereka, yakni melarang penggunaan Claude untuk pengawasan massal domestik dan sistem senjata otonom mematikan (lethal autonomous weapons). Penolakan ini memicu kemarahan administrasi Trump, yang kemudian melabeli Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan bagi keamanan nasional.”

Tak butuh waktu lama bagi pemerintah untuk mencari pengganti. Hanya beberapa jam setelah perintah pemblokiran dikeluarkan, OpenAI mengumumkan kesepakatan strategis baru dengan Departemen Pertahanan AS (Pentagon). ChatGPT dan model bahasa canggih milik OpenAI kini resmi menjadi pemasok utama AI untuk jaringan militer rahasia Amerika Serikat, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Claude.

Meskipun CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tetap mencakup perlindungan terhadap penyalahgunaan etis, langkah ini memicu kontroversi besar. Kritikus menilai OpenAI telah “menyerah” pada tuntutan militer demi mengamankan kontrak bernilai miliaran dolar, sebuah tindakan yang oleh sebagian pengamat industri disebut sebagai manuver yang oportunistik di tengah jatuhnya pesaing utama mereka.

Dampaknya terasa seketika di pasar global. Sementara Anthropic menghadapi tantangan hukum dan operasional yang berat akibat pemutusan akses federal, OpenAI justru memperkuat posisinya sebagai infrastruktur AI utama bagi pemerintah AS. Namun, keterlibatan ChatGPT dalam operasional militer aktif telah memicu kekhawatiran baru di kalangan pengguna mengenai privasi data dan netralitas teknologi AI di masa depan.

Dengan pergeseran besar ini, peta kekuatan teknologi dunia kini memasuki babak baru di mana loyalitas perusahaan AI terhadap kebijakan keamanan nasional menjadi faktor penentu kelangsungan bisnis mereka di bawah administrasi saat ini.

Sumber : Tiktok StudentPromt, Windows Central
Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment