Trump Klaim Perang Iran Hampir Berakhir, AS Pertimbangkan Kendalikan Selat Hormuz

 Donald Trump

Aruna9news.com  – Presiden Donald Trump menyatakan bahwa konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut telah mendekati tahap akhir. Dalam pernyataannya, Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan kemungkinan mengambil kendali atas Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin sore (10/3/2026). Saat berbicara dari klub golfnya di Doral, Florida, Trump menyebut bahwa operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran telah memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan militer negara tersebut.

Menurut Trump, kemampuan militer Iran kini disebut telah melemah secara drastis. Ia mengklaim Iran tidak lagi memiliki kekuatan laut maupun udara yang memadai, sementara persediaan rudal dan drone mereka juga disebut telah banyak dihancurkan dalam operasi militer yang berlangsung sejak akhir Februari.

Militer Amerika Serikat juga menyatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target militer Iran dalam pekan pertama operasi. Serangan tersebut disebut menargetkan berbagai fasilitas strategis yang dianggap mendukung kekuatan militer Iran.

Mojtaba Khamenei.

Pergantian Pemimpin Tertinggi Iran

Di tengah situasi konflik yang masih berlangsung, Iran juga mengumumkan perubahan kepemimpinan. Mojtaba Khamenei dilaporkan menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Ketika diminta memberikan tanggapan mengenai pergantian tersebut, Trump menyatakan tidak memiliki pesan khusus untuk pemimpin baru Iran dan menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki pandangan tersendiri mengenai masa depan kepemimpinan negara tersebut.

Selat Hormuz Jadi Perhatian Dunia

Salah satu dampak besar dari konflik ini adalah terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global tersebut sempat mengalami gangguan akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk memastikan jalur tersebut tetap terbuka. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS masih mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih pengawasan selat strategis tersebut.

Pernyataan Trump turut mempengaruhi pasar energi global. Setelah wawancara tersebut dipublikasikan, harga minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan sempat turun sekitar 10 persen atau hampir 10 dolar per barel dalam waktu singkat.

Perang Disebut Hampir Berakhir

Trump sebelumnya memperkirakan konflik ini akan berlangsung sekitar satu bulan. Namun ia kini menyebut bahwa operasi militer berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.

Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat masih memberikan sinyal bahwa operasi militer belum sepenuhnya berakhir. Departemen Pertahanan AS bahkan sempat menyampaikan pernyataan tegas di media sosial bahwa operasi militer masih terus berjalan.

Sejauh ini, konflik tersebut telah menyebabkan korban di pihak militer Amerika Serikat, dengan sedikitnya tujuh tentara dilaporkan tewas selama operasi berlangsung.

Ketika ditanya apakah perang akan segera berakhir, Trump menyatakan bahwa keputusan mengenai berakhirnya konflik tersebut masih menjadi pertimbangan pribadi di tingkat kepemimpinan Amerika Serikat.

Leave A Comment