Iran Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI di Misi UNIFIL Lebanon

Foto: Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pidatonya dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran, menyusul serangan Israel dan AS terhadap Iran dan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, di Jakarta, Indonesia, 2 Maret 2026.
Aruna9news.com – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan duka cita atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dalam pernyataan resmi yang diterima pada Senin (30/3/2026), Iran mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada pemerintah serta masyarakat Indonesia atas peristiwa tragis tersebut.
“Iran menyampaikan simpati dan duka yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya secara tragis salah satu personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL,” demikian isi pernyataan tersebut.
Selain itu, Iran juga mengecam keras insiden yang terjadi. Mereka menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan keji yang merupakan dampak dari konflik berkepanjangan di kawasan, khususnya akibat agresi Israel yang disebut didukung penuh oleh Amerika Serikat.
Iran menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi. Tindakan tersebut, menurut Iran, harus mendapatkan perhatian dan penegakan hukum yang tegas.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada informasi rinci terkait kronologi kejadian maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kapuspen TNI, prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon. Selain itu, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.
Dua prajurit dengan luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu prajurit yang mengalami luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Jenazah prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) sambil menunggu proses administrasi pemulangan ke Indonesia, dengan bantuan dari KBRI Beirut.
TNI juga menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) UNIFIL, mengingat insiden terjadi di tengah situasi saling serang artileri di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab, dengan tetap mengutamakan keselamatan prajurit.
Selain itu, TNI juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dengan dinamika keamanan di wilayah penugasan Lebanon.
Source: CNBC Indonesia
Editor: Ariel Yoga Praditya










