Jet Tempur Inggris Tembak Jatuh Drone Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (dok. Saul Loeb/AFP/Getty Images)
Baca artikel detiknews, “Jet Tempur Inggris Tembak Jatuh Drone Iran di Timur Tengah” selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-8422867/jet-tempur-inggris-tembak-jatuh-drone-iran-di-timur-tengah.
Aruna9news.com – Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan bahwa jet tempur Angkatan Udara Inggris (RAF) yang bertugas di wilayah berisiko tinggi di kawasan Timur Tengah berhasil menembak jatuh sejumlah drone milik Iran dalam operasi semalam. Informasi ini disampaikan dalam pembaruan harian terkait aktivitas militer Inggris di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Inggris menyebutkan bahwa drone-drone tersebut dihancurkan oleh unit penembak dari RAF. Namun, tidak dijelaskan secara rinci jumlah pasti drone yang berhasil dilumpuhkan dalam operasi terbaru tersebut.
Selain itu, Angkatan Udara Inggris juga terus menjalankan misi pertahanan dengan mengerahkan berbagai armada, termasuk jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-35 Lightning II, serta helikopter AgustaWestland AW159 Wildcat. Operasi ini berlangsung di sejumlah pangkalan strategis di kawasan, seperti Siprus, Yordania, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, pilot dan awak pesawat Inggris dilaporkan telah mencatatkan lebih dari 1.200 jam terbang dalam berbagai misi militer di Timur Tengah. Intensitas operasi ini menunjukkan tingginya eskalasi situasi keamanan di kawasan tersebut.
Sebelumnya, pada Minggu (29/3), unit RAF dilaporkan berhasil menjatuhkan tujuh drone serang satu arah milik Iran. Namun, untuk operasi terbaru, pihak Kementerian belum merinci jumlah tambahan drone yang berhasil dihancurkan.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk tokoh penting seperti Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Serangan balasan ini juga menimbulkan kerusakan signifikan serta korban jiwa di berbagai wilayah terdampak.
Dilaporkan sedikitnya 13 personel militer AS yang berada di kawasan Teluk tewas akibat serangan tersebut, sementara lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka. Situasi ini semakin mempertegas bahwa konflik yang terjadi telah berkembang menjadi krisis regional dengan dampak luas bagi stabilitas keamanan internasional.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










