Pham Nhat Vuong Jadi Orang Terkaya Asia Tenggara, Salip Prajogo Pangestu

Image: pertumbuhan ekonomi
Aruna9news.com – Pham Nhat Vuong, pemimpin konglomerat Vingroup, kini dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia Tenggara, menggeser posisi Prajogo Pangestu, pemilik Barito Pacific Group.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan bersih Vuong mencapai sekitar US$24,5 miliar atau setara Rp414 triliun. Angka tersebut menempatkannya di peringkat ke-100 dalam daftar orang terkaya dunia. Sementara itu, Prajogo Pangestu berada di posisi ke-138 dengan kekayaan sekitar US$18,6 miliar.
Penurunan posisi Pangestu tidak lepas dari merosotnya nilai saham perusahaan miliknya hingga sekitar 60 persen dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya sorotan dari otoritas Indonesia terkait transparansi pasar saham dan valuasi perusahaan-perusahaan besar.
Di sisi lain, meskipun kekayaan Vuong juga mengalami penurunan hampir US$4 miliar sejak awal tahun akibat melemahnya saham Vingroup, posisinya tetap unggul. Hal ini terjadi setelah sebelumnya saham perusahaan sempat mencapai rekor tertinggi. Saat ini, Vuong dan keluarganya menguasai sekitar 65 persen saham Vingroup, dengan kepemilikan pribadi sekitar 10 persen.
Perjalanan bisnis Vuong tergolong pesat. Ia pertama kali masuk daftar miliarder dunia pada 2013 dengan kekayaan US$1,5 miliar. Dalam kurun waktu sekitar 12 tahun, total kekayaannya melonjak lebih dari 16 kali lipat, menjadikannya salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.
Keluarga Vuong juga turut mendominasi daftar orang kaya dunia. Istrinya, Pham Thu Huong, dan saudara perempuannya, Pham Thuy Hang, sama-sama tercatat sebagai miliarder versi Forbes. Keduanya memegang posisi penting di Vingroup, dengan Huong juga menjabat sebagai pimpinan perusahaan transportasi berbasis layanan taksi dan ride-hailing.
Ke depan, Vingroup menargetkan pertumbuhan bisnis yang agresif. Perusahaan membidik pendapatan sekitar US$17,1 miliar tahun ini, meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, laba bersih setelah pajak diproyeksikan mencapai sekitar US$950 juta—lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan
Source: CNN Indonesia
Editor: Ariel Yoga Praditya










