Delegasi Iran Bawa 168 Foto Anak Korban Pengeboman, Pesan Duka yang Mengguncang Dunia

Last Updated: 13 April 2026By Tags: , , ,

Foto : AdityaRajKaul

Aruna9news.com –Sebuah momen yang penuh haru dan simbolis terjadi saat delegasi Iran berangkat menuju perundingan damai di Pakistan. Pesawat yang membawa rombongan tersebut diisi dengan 168 foto anak-anak korban pengeboman, yang diletakkan di kursi-kursi penumpang sebagai bentuk penghormatan sekaligus pesan kemanusiaan kepada dunia.

Pesawat itu diberi nama “Minab 168”, merujuk pada jumlah korban anak-anak dan guru yang menurut pemerintah Iran tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar di wilayah Minab, selatan Iran. Sebagian besar korban disebut merupakan siswi sekolah dasar yang menjadi korban dalam fase awal konflik.

Di dalam kabin pesawat, setiap kursi terlihat ditempati oleh foto para korban, lengkap dengan tas sekolah, sepatu, dan beberapa barang pribadi milik anak-anak tersebut. Pemandangan ini langsung menjadi sorotan media internasional dan viral di media sosial karena menggambarkan duka yang sangat mendalam.

Ketua parlemen Iran yang memimpin delegasi, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan menuliskan pesan emosional di media sosial dengan kalimat,
“My companions on this flight” atau “Mereka adalah teman seperjalanan saya dalam penerbangan ini.”

Langkah ini dinilai bukan hanya sebagai penghormatan kepada korban, tetapi juga sebagai pesan politik dan kemanusiaan sebelum dimulainya pembicaraan damai dengan pihak United States. Iran ingin menempatkan isu korban sipil, khususnya anak-anak, sebagai fokus utama dalam perundingan tersebut.

Banyak pihak menilai simbol 168 foto ini menjadi gambaran nyata bahwa korban perang bukan hanya dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil yang tidak bersalah. Anak-anak yang seharusnya berada di ruang kelas justru menjadi korban dari konflik yang berkepanjangan.

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia bahwa di balik perang dan diplomasi, selalu ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan. Foto-foto anak yang memenuhi kursi pesawat itu menjadi simbol duka, kehilangan, sekaligus seruan untuk menghentikan konflik.

Sumber : Jakarta Keras

Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment