Langkah tersebut dilakukan oleh beberapa artis yang sebelumnya bekerja sama dengannya, di antaranya Laufey melalui lagu “This Is How It Feels”, Kali Uchis dengan “Crashing”, Holly Humberstone lewat “Superbloodmoon”, Bryant Barnes di lagu “I’d Rather Pretend”, hingga Damiano David yang memilih merilis ulang versi solo dari lagu “Tangerine”.
Penghapusan karya ini terpantau terjadi dalam beberapa waktu terakhir di sejumlah layanan streaming global, seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kasus hukum yang menjerat d4vd.
Menurut laporan Associated Press, pihak kejaksaan Los Angeles menduga korban sempat mengancam akan mengungkap adanya hubungan tidak pantas dengan d4vd di tengah karier musiknya yang tengah naik daun. Dugaan tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelidikan yang kini berlangsung.
Sinyal penarikan karya sebenarnya telah muncul sejak kasus ini mulai terungkap pada 2025. Pada September tahun itu, Kali Uchis melalui media sosialnya menyampaikan bahwa ia dan timnya tengah mengupayakan penurunan lagu “Crashing” dari platform digital.
Sementara itu, tim kuasa hukum d4vd telah mengajukan pembelaan tidak bersalah dan menyatakan akan membuktikan bahwa kliennya tidak terlibat dalam kasus tersebut. Namun, laporan Reuters menyebutkan bahwa jika terbukti bersalah, ia berpotensi menghadapi hukuman berat, mulai dari penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat hingga hukuman mati.
Kasus ini tidak hanya berdampak pada proses hukum yang berjalan, tetapi juga memicu respons dari industri musik global, dengan sejumlah musisi memilih menarik karya kolaborasi mereka di tengah sorotan publik yang semakin luas.