Fakta Terkini Kecelakaan Kereta di Bekasi, 7 Orang Meninggal Dunia

sumber foto : @bibuniya twitter
Aruna9news.com – Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL pada Senin malam (27/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 7 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula sekitar pukul 20.50 WIB ketika kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang sedang berhenti di stasiun. Benturan keras tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang rangkaian KRL.
Tabrakan tersebut bahkan membuat badan kereta jarak jauh menembus gerbong KRL. Bagian yang paling terdampak adalah gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang. Kondisi gerbong dilaporkan hancur akibat hantaman keras.
Kepanikan pun terjadi di dalam kereta. Sejumlah penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca karena terjebak di dalam gerbong. Salah satu penumpang mengaku sempat terpental akibat kerasnya benturan yang terjadi secara tiba-tiba.
Sebelum kecelakaan utama terjadi, diduga ada insiden lain yang memicu situasi. Sebuah taksi dilaporkan sempat tertemper di lintasan kereta, yang menyebabkan KRL berhenti. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang berujung pada tabrakan dengan kereta jarak jauh yang melintas.
Pihak Green SM Indonesia yang terkait dengan insiden taksi tersebut menyatakan siap bekerja sama dalam proses penyelidikan. Mereka juga telah memberikan informasi kepada pihak berwenang guna mengungkap penyebab pasti kejadian.
Hingga kini, investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap serta faktor penyebab kecelakaan. Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya mobilitas kereta di kawasan tersebut.
Peristiwa di Stasiun Bekasi Timur ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan dan koordinasi yang lebih ketat dalam operasional transportasi publik, demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sumber : detiknews & @bibuniya twitter
Penulis : Aliya Lathifa Restu










