Ikatan Darah CurI Perhatian Lewat Karakter Utama Perempuan dan Aksi Pencak Silat

Image : Ikatan Darah

Aruna9news.com – Film aksi Indonesia Ikatan Darah karya Iko Uwais mulai mencuri perhatian publik setelah resmi tayang di bioskop. Film ini ramai dibahas warganet karena menampilkan karakter perempuan sebagai pusat cerita, bukan sekadar tokoh pendukung atau sidekick seperti yang umum ditemukan dalam film aksi.

Sorotan utama tertuju pada penampilan Livi Ciananta dan Ismi Melinda yang memegang peran penting dalam alur film. Kehadiran mereka dinilai memberikan warna baru dalam genre action Indonesia yang selama ini lebih banyak berfokus pada karakter laki-laki.

Dalam film tersebut, Livi Ciananta memerankan karakter Mega, seorang mantan atlet pencak silat yang terpaksa kembali menggunakan kemampuan bela dirinya demi menyelamatkan sang kakak, Bilal, yang diperankan Derby Romero. Keduanya menjadi buruan kelompok gangster akibat utang dan sebuah kasus pembunuhan tidak disengaja yang menyeret mereka ke dalam situasi berbahaya.

Cerita berkembang ketika Mega dan Bilal harus melarikan diri sambil menghadapi ancaman dari berbagai pihak. Di tengah pelarian tersebut, kemampuan bela diri Mega menjadi kunci utama untuk bertahan hidup sekaligus melindungi keluarganya.

Selain alur cerita, publik juga menaruh perhatian pada sosok Ismi Melinda yang dikenal memiliki latar belakang nyata di dunia pencak silat. Sebelum terlibat dalam film ini, Ismi aktif sebagai atlet bela diri dan pernah menjadi wasit serta juri dalam sejumlah pertandingan seni bela diri campuran. Pengalaman tersebut dinilai memberi autentisitas pada adegan aksi yang ditampilkan di layar.

Film karya Iko Uwais ini juga mendapat apresiasi karena mengangkat pencak silat sebagai elemen utama dalam koreografi pertarungan. Banyak penonton menilai adegan aksinya terasa intens sekaligus memperlihatkan kekuatan karakter perempuan dalam menghadapi konflik.

Sejak penayangan perdananya, Ikatan Darah terus menjadi perbincangan di media sosial, terutama karena keberaniannya menghadirkan perempuan sebagai tokoh utama dalam film aksi lokal. Kehadiran Mega sebagai karakter sentral dianggap menjadi representasi baru perempuan kuat dalam perfilman Indonesia modern.

Sumber : @/herbyuss

Leave A Comment