Aksi Ekstrem di Jembatan Washington DC, Pria Bertahan Berhari-hari Tolak Perang Iran dan AI

Aruna9News.com, Jakarta – Seorang pria melakukan aksi ekstrem dengan bertahan di atas Frederick Douglass Memorial Bridge, Amerika Serikat, selama beberapa hari sebagai bentuk protes terhadap perang Iran dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Pria tersebut diketahui bernama Guido Reichstadter (45), seorang aktivis yang memanjat bagian atas jembatan setinggi sekitar 168 kaki sejak Jumat (1/5/2026). Ia bahkan mendirikan tenda di atas struktur jembatan dan membawa perbekalan terbatas selama aksi berlangsung.

Dalam aksinya, Reichstadter menyuarakan penolakan terhadap kebijakan perang Amerika Serikat terhadap Iran. Ia juga mengangkat kekhawatiran terhadap perkembangan kecerdasan buatan yang dinilainya berpotensi menjadi ancaman besar bagi umat manusia.

Selama beberapa hari bertahan, ia menghadapi kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang serta upaya negosiasi dari aparat kepolisian yang berusaha membujuknya untuk turun. Aksi tersebut juga sempat menyebabkan penutupan sebagian jalur lalu lintas di jembatan.

Reichstadter bukan sosok baru dalam aksi protes. Ia sebelumnya dikenal sering melakukan aksi non-kekerasan, termasuk demonstrasi terkait isu sosial dan teknologi. Dalam pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk melakukan perlawanan damai dan meningkatkan kesadaran terhadap isu perang serta dampak AI.

Aksi ini memicu beragam reaksi dari publik. Sebagian menganggapnya sebagai tindakan berani untuk menyuarakan isu global, sementara yang lain menilai aksinya berbahaya dan berisiko bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Sumber: detik.com

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment