Seorang Siswa SMP di Sikawang Kalimantan Barat dianiaya oleh Teman nya karena kalah saat bermain Game Online yang mengakibatkan kepala korban pecah akibat dianiaya.
Seorang Siswa SMP di Singkawang Kalimantan Barat mendapatkan perawatan intensif di karenakan dianiaya oleh teman korban karena gara gara game online Korban berinisial W (12) di raway di RSUD Abdul Aziz.
Korban saat itu sedang bermain game online bersama dengan teman sebaya nya karena persoalan saat bermain game hal ini mengakibatkan mereka sempat cekcok akibat kejadian itu korban langsung dianiaya oleh teman nya akibat dari penganiayaan korban mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala nya yang membuat tengkorak kepala korban pecah akibat di hantam oleh teman sebaya nya.
Menurut dari keterangan dari orang tua korban hal ini dikarenakan saat korban sedang bermain game online bersama teman nya karena karena pelaku yang merasa tidak terimah saat kalah saat bermain hal ini memicu emosi dari pelaku.
Pelaku yang merasa tidak terima dengan kekalahan saat bermain game hal ini membuat pelaku tersulut emosi kepada korban, korban sempat di tantang oleh pelaku untuk berkelahi namun korban tidak mehidakan ajakan pelaku ungkap ibu korban Chinuha pada (22/05/2026).
Pelaku sempat menghampiri korban dengan membawa palu saat korban sedang bermain bersama dengan teman lain nya.
Pelaku langsung menghampiri korban dan langsung menganiaya korban dengan melayangkan palu tersebut ke kepala korban sampai korban tersungkur.
Saat memukul korban ia sempat mengalami kejang-kejang akibat hantaman benda tumpul tersebut ungkapnya.
Akibat dari penganiayaan tersebut bagian tubuh korban sempat mengalami gangguan saraf korban sempat mendapatkan perawatan itensif di rumah sakit mendapatkan pengobatan serta melakukan tindakan operasi pada di bagian kepala nya untuk pemasangan pada tempurung di kepala nya akibat pecah dari hasil pemeriksaan korban mengalami pecah pada di bagian tengkorak nya akibat di hantam oleh benda tumpul.
Hal ini membuat kondisi dari korban cukup memprihatikan akibatnya kaki korban belum bisa di Gerakan ungkapnya.
Keluarga dari korban juga sedang mengalami kesulitan saat anak korban di rawat sehingga mereka kesulitan untuk pembiayaan perawatan korban ungkap dari Chinusha ibu korban ia menagatakan dengan BPJS kesehatan yang bisa untuk membantu perawatan sang anak.
Dari kasus ini sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib dan proses hukum berjalan dengan lancar.
Keluarga korban mengharapkan agar dari kejadian ini pihak keluarga pelaku untuk bertanggung jawab atas tindakan anak nya kepada korban berinisal W agar korban bisa kembali pulih seperti biasa ungkapnya.
Sumber : kompas.com
berita selengkapnya bisa akeses melalui :aruna9news.com











