Pengakuan “Hamil Tanpa Pria” di Pekalongan Berujung Terbongkarnya Dugaan Pelecehan di Ponpes
Aruna9news.com, Kasus pengakuan seorang santriwati berinisial F yang sempat menghebohkan media sosial karena mengaku hamil dan melahirkan tanpa sosok pria, kini terungkap sebagai dugaan kasus kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Pekalongan, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Pondok Pesantren Padang Ati, Simbangkulon, Buaran, Pekalongan. Awalnya, keluarga korban mempercayai pengakuan F yang menyebut kehamilannya terjadi akibat mimpi misterius.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, aparat kepolisian menemukan dugaan tindak pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pengasuh pondok pesantren tersebut.
Kasus mulai menemukan titik terang setelah sedikitnya enam mantan santriwati memberanikan diri melapor terkait dugaan pelecehan seksual di lingkungan ponpes yang sama.
Pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, aparat Polres Pekalongan Kota menangkap pengasuh ponpes berinisial Abdul Khalim Fadlun (AKF) di kediamannya yang berada di area padepokan.
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Riki Yariandi, mengatakan proses pengungkapan kasus berjalan cukup panjang karena para korban mengalami tekanan dan ketakutan untuk berbicara.
Menurutnya, polisi menggunakan metode scientific crime investigation guna memperkuat alat bukti sekaligus memberikan perlindungan kepada korban.
“Kasus ini diduga telah berlangsung sejak tahun 2008 hingga 2025,” ujar AKBP Riki.
Sementara itu, advokat pendamping korban, Ahmad Fauzi, mengungkapkan modus yang diduga digunakan pelaku. Korban disebut diminta memijat pelaku, lalu dalam kondisi sepi dan tertutup, diduga diarahkan melakukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila.
Pihak kepolisian hingga kini masih terus mendalami kasus tersebut dan membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.
Sumber: Tribunnews.com
Penulis: Annisa Ainaya Salsabila











