Guru Besar Universitas Esa Unggul Jadi Narasumber Utama Seminar Nasional Kemenkes RI tentang Patient-Centered Care
Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan layanan kesehatan nasional melalui keterlibatan Guru Besar Fakultas Psikologi, Prof. Adi Fahrudin, Ph.D., sebagai narasumber utama dalam Seminar Nasional bertajuk “Implementasi Patient-Centered Care dalam Praktik Pekerja Sosial Medis” yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (3/6) tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Bi Share’i Seri 42 dan diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas tenaga kesehatan, pekerja sosial medis, akademisi, serta praktisi pelayanan kesehatan. Seminar ini juga memperoleh pengakuan setara 3 Jam Pelajaran (JP) sebagai bagian dari pengembangan kompetensi profesional peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Adi menyampaikan materi berjudul “Dukungan Psikososial dalam Implementasi Patient-Centered Care pada Pasien Penyakit Kronis”, yang menyoroti pentingnya perubahan paradigma pelayanan kesehatan dari pendekatan yang berpusat pada penyakit (disease-centered care) menuju pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care).
Menurut Prof. Adi, penyakit kronis tidak hanya berdampak pada kondisi fisik seseorang, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, sosial, ekonomi, hingga spiritual yang sering kali luput dari perhatian dalam proses perawatan.
“Penyakit kronis bukan sekadar masalah fisik, melainkan krisis biopsikososial-spiritual yang membutuhkan respons yang komprehensif. Karena itu, dukungan psikososial harus menjadi bagian integral dari pelayanan kesehatan agar pasien dapat menjalani proses penyembuhan dan peningkatan kualitas hidup secara lebih optimal,” ujar Prof. Adi Fahrudin.
Ia menjelaskan bahwa implementasi Patient-Centered Care harus mencakup komunikasi terapeutik yang efektif, konseling psikologis, pemberdayaan pasien, keterlibatan keluarga, dukungan komunitas, hingga integrasi layanan sosial medis dalam sistem pelayanan kesehatan.
Prof. Adi juga menekankan bahwa pasien perlu ditempatkan sebagai mitra aktif dalam proses pengambilan keputusan terkait perawatan yang dijalani.
“Komunikasi terapeutik bukan sekadar teknik komunikasi, tetapi merupakan sikap profesional yang menempatkan pasien sebagai manusia seutuhnya. Ketika pasien merasa didengar, dihargai, dan dilibatkan dalam setiap keputusan, maka kualitas pelayanan kesehatan akan meningkat secara signifikan,” jelasnya.
Dalam paparannya, Prof. Adi turut menggarisbawahi peran strategis pekerja sosial medis sebagai penghubung antara kebutuhan klinis pasien dengan kondisi psikososial yang mereka hadapi sehari-hari. Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya jumlah pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan.
Keterlibatan Prof. Adi dalam forum nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI tersebut semakin mempertegas kontribusi akademisi Universitas Esa Unggul dalam mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan praktik profesional yang berdampak bagi masyarakat.
Rektor Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Prof. Adi dalam forum strategis nasional tersebut.
“Keterlibatan Prof. Adi Fahrudin sebagai narasumber utama dalam seminar nasional Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa akademisi Universitas Esa Unggul tidak hanya aktif dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pengembangan kebijakan dan praktik pelayanan kesehatan di Indonesia. Kami terus mendorong dosen dan guru besar untuk menghadirkan solusi ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Dr. Arief.
Partisipasi ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University dalam mendukung penguatan sumber daya manusia kesehatan yang unggul, humanis, dan adaptif terhadap tantangan pelayanan kesehatan masa depan melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 10 Fakultas
- 42 Program Studi, terdiri dari:
- 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 5 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com













