Guru Besar Universitas Esa Unggul Soroti Masa Depan Pendidikan Pekerjaan Sosial di Era AI pada Konferensi Internasional APISWEA 2026 di Makau

Last Updated: 8 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Kontribusi akademisi Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional. Prof. Adi Fahrudin, Ph.D., Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University, tampil sebagai pembicara dalam International Conference on AI and Innovation for Social Work 2026 yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Institute for Social Work Education and Aging (APISWEA) di City University of Macau, Makau, Tiongkok, pada 6–8 Juni 2026.

Forum internasional tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas transformasi pendidikan dan praktik pekerjaan sosial di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan inovasi digital.

Dalam sesi khusus bertajuk “Internationalization and Indigenization of Social Work Curriculum in a Digital Society”, Prof. Adi menyampaikan presentasi ilmiah berjudul “Navigating the Internationalization and Indigenization Tension in Indonesian Social Work Education: An Experience of Two Decades of Scholarship and Strategic Directions for 2025–2035.”

Melalui presentasinya, Prof. Adi mengulas perjalanan perkembangan pendidikan pekerjaan sosial di Indonesia selama lebih dari dua dekade, termasuk berbagai tantangan dalam mengintegrasikan standar pendidikan internasional dengan nilai-nilai lokal yang menjadi karakteristik masyarakat Indonesia.

Menurut Prof. Adi, internasionalisasi pendidikan pekerjaan sosial tidak dapat hanya dimaknai sebagai adopsi standar global, tetapi juga harus diimbangi dengan proses indigenisasi yang memungkinkan pengembangan kurikulum, teori, dan praktik yang berakar pada budaya, nilai, serta kebutuhan sosial masyarakat setempat.

“Di era digital dan kecerdasan buatan, pendidikan pekerjaan sosial harus mampu menjembatani perspektif global dengan realitas lokal. Kita membutuhkan kurikulum yang berstandar internasional namun tetap relevan dengan konteks sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Di sinilah pentingnya keseimbangan antara internasionalisasi dan indigenisasi,” ujar Prof. Adi Fahrudin.

Sesi tersebut dimoderatori oleh Prof. Johnston Wong dari Beijing Normal–Hong Kong Baptist University dan menghadirkan para pakar pekerjaan sosial dari berbagai negara, termasuk Hong Kong, China, Israel, Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Diskusi menyoroti pentingnya penguatan identitas profesi pekerjaan sosial di kawasan Asia Pasifik di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan perkembangan teknologi AI.

Konferensi APISWEA 2026 sendiri mengangkat tema besar “AI and Innovation for Social Work”, yang membahas berbagai isu strategis terkait pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, penelitian, praktik profesional, kesehatan mental, perlindungan anak, kesejahteraan lansia, hingga tata kelola dan etika digital dalam pelayanan sosial.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Prof. Adi dalam forum internasional tersebut.

“Partisipasi Prof. Adi Fahrudin pada konferensi internasional APISWEA menunjukkan bahwa akademisi Universitas Esa Unggul mampu berkontribusi dalam diskursus global terkait masa depan pendidikan dan profesi pekerjaan sosial. Kehadiran beliau tidak hanya membawa nama Universitas Esa Unggul, tetapi juga memperkenalkan perspektif Indonesia dalam pengembangan pendidikan yang relevan dengan tantangan global sekaligus berakar pada nilai-nilai lokal,” ujar Dr. Arief.

Keikutsertaan Prof. Adi dalam konferensi internasional ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong kolaborasi akademik global, pengembangan riset internasional, serta kontribusi nyata terhadap isu-isu strategis yang berkembang di tingkat dunia.

Melalui forum APISWEA 2026, Indonesia turut memperlihatkan bagaimana pendidikan pekerjaan sosial dapat berkembang secara adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberagaman budaya yang menjadi fondasi utama profesi pekerjaan sosial.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment