Penemuan Langka di Candi Losari, Kepingan Emas Tersimpan dalam Peripih

Image: Pantai Losari
Aruna9news.com – Penemuan artefak logam berwarna kekuningan saat proses pemugaran Candi Losari di Kabupaten Magelang menarik perhatian para peneliti. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa benda tersebut merupakan elektrum, yaitu campuran emas, perak, tembaga, dan beberapa logam lainnya yang setara dengan emas 16,5 karat.
Penanggung Jawab Rekonstruksi Candi Losari, Junawan, menjelaskan bahwa logam tersebut ditemukan bersama sebuah kotak peripih di bagian dasar candi. Dalam tradisi pembangunan candi pada masa lalu, peripih memiliki makna penting yang berkaitan dengan unsur spiritual.
Menurut Junawan, logam tersebut diyakini berfungsi sebagai simbol atau sumber energi spiritual yang digunakan untuk menghidupkan aspek kedewaan dalam bangunan candi. Fungsi tersebut merupakan bagian dari konsep religius yang berkembang pada masa candi dibangun.
Selain lempengan logam, isi peripih umumnya dapat berupa biji-bijian, batu mulia, maupun benda-benda lain yang ditanam di area candi sebagai bagian dari ritual keagamaan. Pada beberapa candi, peripih juga ditemukan dalam bentuk lempengan logam yang memuat tulisan tertentu.
Artefak tersebut ditemukan pada pertengahan April 2026 saat proses pemugaran berlangsung di Dusun Losari, Desa Losari, Kecamatan Salam, Magelang. Bersamaan dengan penemuan itu, tim juga menemukan dua arca Dewa Surya.
Saat ini, artefak logam dan kedua arca tersebut telah diamankan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah untuk keperluan penelitian dan pelestarian lebih lanjut. Sementara itu, proses pemugaran Candi Losari yang dimulai sejak Februari 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Oktober mendatang.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










