Guru Besar Universitas Esa Unggul Jadi Pembicara Utama Internasional di Universiti Malaysia Sabah, Soroti Masa Depan Psikologi dan Pekerjaan Sosial Nusantara

Last Updated: 11 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Kontribusi akademisi Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Prof. Adi Fahrudin, Ph.D., tampil sebagai pembicara utama dalam program kuliah umum internasional yang diselenggarakan oleh Fakulti Psikologi dan Kerja Sosial, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut mengangkat tema “Peranan Ahli Psikologi dan Pekerja Sosial di Malaysia dan Indonesia: Dulu, Kini, dan Mendatang” dan diikuti oleh mahasiswa serta akademisi Universiti Malaysia Sabah, khususnya peserta mata kuliah PI30803 – Isu-Isu dalam Psikologi Industri dan Organisasi.

Dalam presentasinya yang berjudul “Tenunan Kesejahteraan Nusantara: Evolusi Psikologi dan Pekerjaan Sosial di Indonesia dan Malaysia”, Prof. Adi memaparkan analisis komparatif mengenai perkembangan profesi psikologi dan pekerjaan sosial di Indonesia dan Malaysia, mulai dari akar sejarah, penguatan regulasi, hingga tantangan masa depan di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Prof. Adi menjelaskan bahwa perkembangan profesi di kedua negara dipengaruhi oleh latar belakang sejarah yang berbeda. Warisan kolonial Inggris di Malaysia dan Belanda di Indonesia membentuk karakter serta sistem pendidikan profesi yang berkembang hingga saat ini. Meski demikian, kedua negara menghadapi tantangan yang relatif serupa, terutama dalam memperluas akses layanan kesehatan mental, kesejahteraan sosial, dan penguatan profesi di tengah transformasi digital.

Dalam paparannya, Prof. Adi membagi evolusi profesi psikologi dan pekerjaan sosial ke dalam tiga fase utama, yakni masa lalu yang ditandai oleh lahirnya berbagai inisiatif kesejahteraan sosial pascakemerdekaan, masa kini yang ditandai penguatan regulasi profesi, serta masa depan yang berfokus pada integrasi teknologi, penguatan identitas profesi, dan pengembangan praktik yang berakar pada budaya lokal.

“Keberhasilan masa depan tidak lagi bergantung pada adaptasi teori luar, melainkan pada keberanian untuk merumuskan teori dari realitas kita sendiri,” ujar Prof. Adi.

Menurutnya, pendidikan psikologi dan pekerjaan sosial di kawasan Asia Tenggara perlu bergerak menuju pendekatan yang lebih kontekstual. Konsep indigenization atau pribumisasi menjadi penting agar teori, kurikulum, dan praktik profesional mampu menjawab kebutuhan masyarakat lokal tanpa kehilangan standar global.

Selain sebagai Guru Besar Universitas Esa Unggul, Prof. Adi juga memiliki peran strategis di Universiti Malaysia Sabah sebagai pengasas bidang Kerja Sosial serta saat ini menjabat sebagai Visiting Professor di Fakulti Psikologi dan Kerja Sosial Universiti Malaysia Sabah hingga tahun 2028. Kehadirannya dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran pengetahuan dan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi atas kontribusi internasional yang terus diberikan oleh Prof. Adi Fahrudin.

“Kehadiran Prof. Adi Fahrudin sebagai pembicara utama di Universiti Malaysia Sabah menunjukkan bahwa kapasitas akademik Universitas Esa Unggul semakin diakui di tingkat global. Kami bangga karena beliau tidak hanya membawa nama baik Universitas Esa Unggul, tetapi juga membawa perspektif Indonesia dalam diskursus internasional mengenai masa depan psikologi, pekerjaan sosial, dan pembangunan kesejahteraan masyarakat di era digital,” ujar Dr. Arief.

Dalam sesi diskusi, Prof. Adi juga menawarkan sejumlah strategi kolaborasi serumpun Indonesia-Malaysia, antara lain pembentukan konsorsium akademik regional, pertukaran supervisor klinis, serta penguatan riset lintas budaya untuk menghasilkan literatur akademik yang lebih relevan dengan konteks Asia Tenggara.

Sebagai penutup, Prof. Adi mengajak akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan di Indonesia maupun Malaysia untuk membangun paradigma baru dalam pengembangan profesi psikologi dan pekerjaan sosial.

“Daripada membelah cermin, saatnya Indonesia dan Malaysia bersinergi menciptakan cermin baru: pendidikan yang berakar pada kearifan lokal, diikat oleh kolaborasi serumpun, dan dilindungi oleh regulasi yang kuat,” tegas Prof. Adi.

Partisipasi Prof. Adi Fahrudin dalam forum internasional ini semakin memperkuat posisi Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan jejaring akademik global, sekaligus menghadirkan solusi yang relevan bagi tantangan sosial masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment