BEM Bersatu Tegaskan Komitmen Jaga Marwah dan Independensi Mahasiswa

Image: aliansi bem
Aruna9news.com – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Bersatu menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk intervensi politik praktis dalam gerakan mahasiswa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur.
Perwakilan BEM Bersatu sekaligus Ketua BEM Hukum UIC, Rahmat Djimbula, menilai gerakan mahasiswa harus tetap independen dan tidak dijadikan alat oleh kelompok atau kepentingan politik tertentu. Menurutnya, gerakan mahasiswa seharusnya berfokus pada perjuangan aspirasi masyarakat serta pengawasan terhadap kebijakan publik secara objektif.
Dalam kesempatan itu, Rahmat juga menyoroti salah satu pimpinan aksi mahasiswa, Tiyo Ardianto. Ia menyebut terdapat dugaan keterkaitan Tiyo dengan jaringan politik tertentu. Dugaan tersebut dikaitkan dengan penggunaan kendaraan yang disebut terdaftar atas nama kerabat seorang purnawirawan TNI yang memiliki hubungan dengan tokoh politik nasional.
Selain itu, Rahmat mengungkapkan bahwa dugaan tersebut semakin menjadi perhatian setelah Tiyo diketahui menghadiri sebuah Dialog Nasional Kebangsaan di Bandung. Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah tokoh publik dan pengamat nasional, seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr Tifa. Menurut BEM Bersatu, kehadiran sejumlah tokoh tersebut dalam forum yang sama menjadi hal yang patut dicermati.
BEM Bersatu menegaskan bahwa sikap mereka bukan ditujukan untuk membatasi kebebasan berpendapat, melainkan untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tidak kehilangan marwah sebagai representasi suara rakyat dan kalangan akademik.
Dalam konferensi pers tersebut, BEM Bersatu juga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak adanya sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, maupun bentuk intervensi politik praktis lainnya. Kedua, mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan adanya perbaikan tata kelola agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Ketiga, mendukung upaya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi tanpa pandang bulu serta mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya BEM Fakultas Hukum UNISIA, BEM Fakultas Hukum UIJ, BEM FISIP UNAS, BEM Institut Al-Aqidah, BEM Psikologi UNJ, BEM FEB UNPAM, BEM Hukum UIC, BEM F.IPS Unindra, BEM Fakultas Teknik Universitas BSI, serta BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.
Melalui pernyataan ini, BEM Bersatu berharap gerakan mahasiswa tetap menjadi kekuatan moral yang independen, kritis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis dari pihak mana pun.
Source: Detik.com
Editor: Ariel Yoga Praditya










