Universitas Esa Unggul dan Universitas Bengkulu Perkuat Kolaborasi Kesehatan Mental Kampus, Prof. Adi Fahrudin Bekali Ratusan Sivitas Akademika Menjadi “Paramedis Emosional”
Esaunggul.ac.id, Komitmen memperkuat kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi terus menjadi perhatian berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Esa Unggul (UEU) melalui Guru Besar Fakultas Psikologi, Prof. Drs. Adi Fahrudin, S.Psi., M.Soc.Sc., Ph.D., hadir sebagai narasumber utama dalam workshop nasional yang diselenggarakan Universitas Bengkulu (UNIB). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dimulainya kolaborasi strategis antara Universitas Esa Unggul dan Universitas Bengkulu dalam penguatan layanan bimbingan dan konseling, pengembangan sumber daya manusia, serta pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Workshop bertajuk “Membangun Ekosistem Kepedulian: Workshop Pengayaan Program Bimbingan dan Konseling Terpadu” dilaksanakan secara hybrid di Gedung GLT Universitas Bengkulu dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta pengelola layanan bimbingan dan konseling dari berbagai unit di lingkungan kampus.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kesehatan mental telah menjadi salah satu isu strategis dalam pendidikan tinggi yang membutuhkan pendekatan kolaboratif dan berbasis ekosistem.
“Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan yang sehat secara psikologis. Kolaborasi antara Universitas Esa Unggul dan Universitas Bengkulu menjadi langkah penting untuk membangun sistem pendukung kesehatan mental yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., yang menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari pembangunan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.
“Peningkatan kesehatan mental insan akademika adalah bagian integral dari pencapaian Indikator Kinerja Utama universitas. Melalui kerja sama strategis dengan Universitas Esa Unggul, kami ingin memastikan bahwa Universitas Bengkulu bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan psikologis seluruh warganya,” ujar Prof. Indra.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan dokumen Implementation Agreement antara Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul dengan Unit Pelaksana Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA-BK) Universitas Bengkulu, serta penyerahan dokumen kerja sama tingkat universitas sebagai langkah awal penguatan kolaborasi kedua institusi.
Prof. Indra menambahkan bahwa Universitas Bengkulu terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam maupun luar negeri selama mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Untuk kemajuan Universitas Bengkulu, kami siap bekerja sama dengan pihak mana pun, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, dalam negeri maupun luar negeri. Yang paling utama adalah bagaimana perguruan tinggi mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPA-BK Universitas Bengkulu, Yessilia Osira, S.Sos., M.P., menjelaskan bahwa workshop ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan dukungan kesehatan mental di lingkungan kampus.
Berdasarkan hasil Rapid Assessment tahun 2025, sebanyak 68 persen mahasiswa mengalami tingkat kecemasan akademik yang tinggi, sementara 42 persen dosen dan tenaga kependidikan melaporkan mengalami kelelahan emosional atau burnout. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan sistem dukungan psikologis yang melibatkan seluruh unsur kampus.
Dalam sesi utama, Prof. Adi Fahrudin menekankan bahwa kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab psikolog atau konselor profesional, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komunitas kampus.
Menurutnya, mahasiswa dapat berperan sebagai pendukung sebaya (peer support) melalui deteksi dini dan pendampingan awal terhadap teman yang mengalami masalah psikologis. Tenaga kependidikan dapat menciptakan layanan administrasi yang lebih ramah dan suportif, sementara dosen berperan sebagai pendamping akademik yang peka terhadap kondisi mahasiswa dan mampu melakukan rujukan secara tepat ketika diperlukan.
“Ketika seluruh unsur kampus memiliki kepedulian dan menjalankan perannya masing-masing, maka akan tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung kesehatan mental bersama. Ekosistem kepedulian inilah yang harus dibangun terlebih dahulu,” tegas Prof. Adi.
Dalam workshop tersebut, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai berbagai keterampilan praktis, di antaranya Komunikasi Terapeutik, Psychological First Aid (PFA) dengan pendekatan Look, Listen, Link, serta prinsip-prinsip etika dan profesionalisme dalam memberikan bantuan psikososial.
Salah satu pesan yang paling mendapat perhatian peserta adalah konsep “paramedis emosional”, yaitu individu yang mampu memberikan ruang aman, dukungan awal, dan respons empatik kepada seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis.
“Anda tidak harus menjadi profesional kesehatan mental terlebih dahulu untuk membantu seseorang yang sedang mengalami krisis. Dengan kemampuan mendengar secara empatik dan memberikan ruang aman, Anda telah menjadi paramedis emosional yang dapat membantu menyelamatkan sesama,” ungkap Prof. Adi.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (action plan) yang melibatkan berbagai fakultas dan unit kerja di Universitas Bengkulu. Melalui langkah tersebut, setiap unit diharapkan memiliki sistem deteksi dini, mekanisme pendampingan, dan jalur rujukan yang lebih terstruktur menuju layanan profesional UPA-BK.
Kolaborasi antara Universitas Esa Unggul dan Universitas Bengkulu ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kampus yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan inovasi layanan psikologis yang relevan dengan tantangan pendidikan tinggi di era modern.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 10 Fakultas
- 42 Program Studi, terdiri dari:
- 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 5 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com














