Dua Akademisi Universitas Esa Unggul Jadi Tokoh Kunci FESTARA III, Dorong Tas Nusantara Naik Kelas ke Industri Kreatif Global

Last Updated: 23 Juni 2026By

Esaunggul.ac.id, Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ekonomi kreatif berbasis budaya dan keberlanjutan, dua akademisi Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul tampil sebagai tokoh utama dalam Sarasehan Nasional Festival Tas Nusantara (FESTARA) III 2026, forum nasional yang mempertemukan akademisi, pelaku industri kreatif, perajin, komunitas, dan regulator untuk merumuskan masa depan produk budaya Indonesia yang berdaya saing global.

Dalam forum yang berlangsung di Pendapi Ageng Balai Kota Solo tersebut, Prof. Dr. Pande Made Sukerta, S.Kar., M.Si. dipercaya sebagai Keynote Speaker, sementara Dr. Indra Gunara Rochyat, S.Sn., M.Ds. hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi mengenai inovasi desain dan penguatan nilai tambah produk tas Nusantara.

Partisipasi kedua akademisi tersebut memperkuat posisi Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan desain, kebudayaan, dan industri kreatif Indonesia melalui pendekatan akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Festival Tas Nusantara III yang diselenggarakan oleh MATAYA Arts & Heritage pada 19–21 Juni 2026 mengusung tema “Tas Nusantara: Cerita dalam Setiap Anyaman.” Festival ini menjadi ruang kolaborasi nasional untuk mengeksplorasi potensi tas anyaman sebagai produk budaya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga nilai ekonomi, sosial, dan identitas bangsa.

Sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Pande Made Sukerta mengajak peserta melihat tas Nusantara dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, setiap produk anyaman menyimpan jejak pengetahuan lokal, filosofi hidup masyarakat, hingga identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.

“Tas Nusantara bukan sekadar produk kriya. Di dalamnya terdapat pengetahuan tradisional, hubungan manusia dengan alam, nilai budaya, serta memori kolektif masyarakat yang perlu dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman,” jelas Prof. Pande.

Sementara itu, dalam sesi bertajuk “Inovasi Desain, Orientasi Pasar, dan Kreativitas Berbasis Budaya untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Tas Nusantara,” Dr. Indra Gunara Rochyat menekankan pentingnya sinergi antara budaya, inovasi, dan kebutuhan pasar.

Menurutnya, produk berbasis budaya memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional apabila mampu menggabungkan nilai tradisi dengan pendekatan desain yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan konsumen modern.

“Produk budaya tidak boleh berhenti menjadi artefak tradisi. Melalui inovasi desain yang tepat, tas Nusantara dapat menjadi produk yang kompetitif, memiliki identitas kuat, sekaligus mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi para perajin dan komunitas lokal,” ujar Dr. Indra.

Festival ini juga menghadirkan berbagai diskusi mengenai material berkelanjutan, pengembangan UMKM kreatif, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran produk budaya. Material seperti bambu, rotan, pandan, mendong, purun, enceng gondok, dan berbagai bahan ramah lingkungan lainnya menjadi sorotan sebagai bagian dari tren desain berkelanjutan yang semakin diminati pasar global.

Three adults stand together and discuss a promotional poster for Industri Kreatif at a workshop or expo.

Kehadiran akademisi Universitas Esa Unggul dalam forum nasional tersebut menunjukkan bagaimana dunia pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam menjembatani pelestarian budaya dengan pengembangan industri kreatif modern. Melalui riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memastikan warisan budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keterlibatan dosen Universitas Esa Unggul dalam FESTARA III merupakan bagian dari komitmen universitas untuk mendorong inovasi berbasis budaya sebagai salah satu kekuatan Indonesia di masa depan.

“Budaya merupakan sumber inspirasi yang sangat kaya untuk melahirkan inovasi. Universitas Esa Unggul terus mendorong sivitas akademik untuk tidak hanya menghasilkan karya yang unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Dr. Arief.

Melalui kontribusi Prof. Dr. Pande Made Sukerta dan Dr. Indra Gunara Rochyat dalam FESTARA III, Universitas Esa Unggul kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif membangun jembatan antara tradisi, inovasi, dan industri kreatif. Di tengah persaingan global, tas Nusantara tidak lagi hanya dipandang sebagai produk kerajinan, melainkan sebagai simbol identitas budaya Indonesia yang memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi kreatif masa depan.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 10 Fakultas
  • 42 Program Studi, terdiri dari:
    • 24 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 5 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment