Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu Tembus 40 Derajat Celsius dan Ribuan Orang Meninggal

Aruna9news.com, Jakarta – Gelombang panas ekstrem yang melanda kawasan Eropa Barat kini meluas hingga ke sejumlah negara di Eropa Timur. Jerman, Ceko, Polandia, dan Hungaria mencatat suhu udara di atas 40 derajat Celsius pada Minggu (28/6), memecahkan rekor suhu tertinggi di beberapa wilayah.

Berdasarkan laporan, lebih dari 191 juta penduduk Eropa terdampak cuaca panas dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius atau lebih. Kondisi tersebut memicu berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan, ledakan amunisi peninggalan Perang Dunia II di wilayah Traisen, hingga pemadaman listrik akibat badai petir yang menyusul setelah gelombang panas.

Jerman mencatat suhu tertinggi sebesar 41,7 derajat Celsius di Coschen, sementara Ceko mencapai 41,9 derajat Celsius di Doksany. Di Polandia, suhu udara menyentuh 40,5 derajat Celsius di Słubice, memecahkan rekor nasional yang telah bertahan selama lebih dari satu abad.

Otoritas meteorologi Ceko memperingatkan bahwa suhu masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah di berbagai negara pun terus mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menjaga kondisi kesehatan selama cuaca ekstrem berlangsung.

Gelombang panas tersebut juga membawa dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Di Prancis, Badan Kesehatan Masyarakat Nasional melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan hanya dalam kurun waktu tiga hari, yakni antara 24 hingga 27 Juni. Sebagian besar korban merupakan warga lanjut usia dan mereka yang tinggal seorang diri, terutama di kawasan perkotaan seperti Île-de-France yang mencakup Paris.

Pihak berwenang menyatakan jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena masih ada kemungkinan sejumlah warga belum ditemukan di kediaman mereka.

Sementara itu, layanan kesehatan di sejumlah negara Eropa mengalami lonjakan beban kerja akibat meningkatnya jumlah pasien yang terdampak cuaca panas. Di Prancis, layanan ambulans menerima lebih dari 122 ribu panggilan darurat selama puncak gelombang panas, sedangkan Spanyol melaporkan sedikitnya 327 kematian yang dikaitkan dengan suhu ekstrem.

Gelombang panas yang terjadi kali ini menjadi salah satu peristiwa cuaca paling parah yang melanda Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah di berbagai negara terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko korban jiwa apabila suhu terus mengalami kenaikan.

Sumber: CNBC Indonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment