Mahasiswa Keperawatan Universitas Esa Unggul Susun Aksi Nyata Berbasis Data untuk Wujudkan Kampus Sehat dan Berkelanjutan
Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University terus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui penyelenggaraan Lokakarya Mini Mata Kuliah Agregat Keperawatan Komunitas sesi KJ001 dan KJ002. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 811, Lantai 8, Kampus Jakarta ini menjadi wadah bagi mahasiswa Program Studi Profesi Ners untuk mendiseminasikan hasil identifikasi kesehatan masyarakat kampus sekaligus menyusun rencana aksi (Plan of Action) sebagai bentuk intervensi kesehatan yang berkelanjutan.
Lokakarya ini merupakan implementasi pembelajaran keperawatan komunitas yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan praktik lapangan. Melalui pendekatan berbasis data, mahasiswa dilatih melakukan identifikasi masalah kesehatan, menganalisis kebutuhan masyarakat kampus, hingga merancang program intervensi yang aplikatif dan berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan civitas akademika.
Dosen Koordinator Mata Kuliah Agregat Keperawatan Komunitas, Ns. Abdurrasyid, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Kom, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mampu memahami peran strategis perawat komunitas sebagai agen perubahan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mampu melakukan edukasi, pemberdayaan, serta membangun budaya hidup sehat di masyarakat.
“Melalui lokakarya ini, mahasiswa belajar bahwa pelayanan keperawatan komunitas harus diawali dengan identifikasi kebutuhan yang akurat, dilanjutkan dengan penyusunan intervensi yang tepat sasaran, serta memperhatikan aspek keberlanjutan. Harapannya, mereka mampu mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Wulan Rahmadani Fauzi dengan Brian Wahjudi S. sebagai presenter hasil identifikasi kesehatan masyarakat kampus. Turut hadir memberikan masukan dan penguatan program Kepala Biro Umum Universitas Esa Unggul Helmi Geisfarad, S.Sos., M.I.Kom., Kepala Bagian Kemahasiswaan Agung Permadi, S.Ag., M.M., serta Kepala Bagian Konseling Sri Winarni, S.E.
Dalam sesi diskusi, para pimpinan universitas memberikan berbagai rekomendasi strategis terhadap hasil identifikasi yang dipaparkan mahasiswa. Agung Permadi menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran civitas akademika terhadap perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan kampus. Sementara itu, Helmi Geisfarad mendorong agar hasil kajian mahasiswa dikembangkan menjadi proyek nyata yang mampu membentuk budaya hidup sehat dan berkelanjutan di Universitas Esa Unggul. Sri Winarni menambahkan bahwa berbagai temuan mengenai keluhan kesehatan mahasiswa dapat menjadi dasar penyusunan program pembinaan dan layanan kesehatan kampus di masa mendatang.
Salah satu capaian utama lokakarya ini adalah lahirnya kesepakatan bersama mengenai berbagai program yang akan dituangkan dalam Plan of Action sebagai bentuk intervensi kesehatan komunitas. Program-program tersebut difokuskan pada peningkatan kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi kesehatan, serta pembentukan lingkungan kampus yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis proyek dan keterlibatan langsung mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan.
“Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University terus mendorong proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan memecahkan masalah nyata di masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar menjadi tenaga kesehatan yang mampu berpikir kritis, berkolaborasi, mengambil keputusan berbasis data, serta menghadirkan solusi yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Rektor.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya peningkatan kesehatan masyarakat, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran yang aplikatif dan berbasis pengalaman, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan budaya hidup sehat dan berkelanjutan di lingkungan kampus.
Melalui Lokakarya Mini Mata Kuliah Agregat Keperawatan Komunitas, Universitas Esa Unggul kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan kepemimpinan, serta kesiapan menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University
Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.
Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:
- 11 Fakultas
- 44 Program Studi, terdiri dari:
- 25 Program Sarjana/Sarjana Terapan
- 2 Program Diploma
- 6 Program Profesi
- 9 Program Magister
- 1 Program Doktor
- 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)
Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.
Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.
Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:
- Peringkat 69 SINTA Nasional
- Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
- GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
- Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek
Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.
Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com













