Avatar: The Last Airbender Season 2 Tuai Beragam Kritik dari Penonton

Aruna9news.com, Jakarta – Serial Avatar: The Last Airbender Season 2 menuai beragam tanggapan dari penonton setelah resmi tayang di Netflix pada 25 Juni 2026. Meski mendapat pujian dari sisi efek visual, banyak penggemar mengkritik perubahan alur cerita, dialog, hingga pemilihan pemeran yang dinilai tidak sesuai dengan versi animasi.

Di media sosial, sejumlah penonton mengungkapkan kekecewaan terhadap adaptasi live-action tersebut. Mereka menilai banyak adegan penting dari serial animasi tidak dihadirkan dalam musim kedua, sehingga membuat jalan cerita terasa berbeda dari sumber aslinya.

Selain perubahan cerita, proses casting juga menjadi sorotan. Sebagian penggemar menilai karakter yang diperankan para aktor tidak mampu menggambarkan penampilan tokoh dalam versi animasi. Penampilan beberapa karakter, termasuk Mai yang diperankan Thalia Ran, menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan.

Karakter Toph juga menuai perhatian. Beberapa penonton mempertanyakan perubahan latar dalam sejumlah adegan yang dinilai tidak konsisten dengan kemampuan karakter tersebut di versi animasi. Selain itu, desain kostum beberapa tokoh disebut kurang mencerminkan identitas karakter aslinya.

Di sisi lain, penampilan Gordon Cormier sebagai Avatar Aang juga memicu perdebatan. Penonton menyoroti perubahan fisik aktor yang terlihat cukup signifikan dibandingkan musim pertama. Padahal, alur cerita antara musim pertama dan kedua hanya berselang dalam waktu yang singkat.

Meski menuai kritik, tidak sedikit penonton yang tetap memberikan apresiasi terhadap kualitas efek visual atau CGI yang dianggap mengalami peningkatan. Beberapa penggemar bahkan mengaku masih menantikan kelanjutan kisah pada musim ketiga.

Pada Avatar: The Last Airbender Season 2, Aang bersama Katara dan Sokka kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mendapatkan dukungan Raja Bumi dalam menghadapi ancaman Raja Api Ozai. Misi tersebut menjadi kelanjutan dari perjuangan mereka setelah berhasil mempertahankan Suku Air Utara dari serangan Negara Api.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

Leave A Comment