Festival Isyart UEU Perkuat Komitmen Universitas Esa Unggul sebagai Kampus Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Last Updated: 14 Juli 2026By

Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University melalui Komunitas Isyart UEU menyelenggarakan Festival Isyart UEU 2026 mengusung tema “Dalam Sunyi, Tercipta Harmoni” sebagai wujud nyata komitmen universitas dalam membangun kampus yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh sivitas akademika untuk berkembang dan berprestasi.

Festival yang digelar di Kampus Jakarta Universitas Esa Unggul ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Pameran Seni Inklusif, Bazar UMKM, Produk Kreatif, Seni dan Kerajinan, hingga Talk Show (Sharing Session) yang melibatkan komunitas Tuli, mahasiswa, dosen, praktisi, serta masyarakat umum.

Salah satu kegiatan utama dalam festival ini adalah Bazar UMKM yang menghadirkan 14 pelaku usaha, sebagian besar merupakan penyandang disabilitas Tuli. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner, minuman, produk kreatif, hingga layanan bahasa isyarat. Kegiatan ini menjadi ruang pemberdayaan ekonomi sekaligus sarana mempertemukan masyarakat dengan karya-karya pelaku UMKM disabilitas.

Salah satu peserta bazar dari Isyara Tea & Pastry mengungkapkan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Festival Isyart.

“Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam Bazar UMKM Festival Isyart UEU 2026. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang dalam mendukung UMKM serta menjadi ruang bagi karya dan kreativitas teman-teman Tuli maupun penyandang disabilitas untuk dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Selain bazar, Festival Isyart juga menghadirkan dua sesi talk show inspiratif yang membahas budaya Tuli, pendidikan inklusif, serta pengembangan potensi penyandang disabilitas.

Pada sesi pertama, Phieter Angdika, S.Sas., M.A. mengangkat pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif dan aksesibel bagi seluruh mahasiswa.

“Mari kita bersama-sama membangun kampus yang inklusif, aksesibel, dan berbudaya inklusi. Inklusi bukan hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga membangun lingkungan yang saling menghargai, menghormati keberagaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang,” ujarnya.

Sementara itu, pada sesi kedua, seniman Tuli Fatimah Rahmah, S.Pd. membagikan kisah inspiratif mengenai perjalanan berkarya di tengah keterbatasan pendengaran.

“Tuli memiliki kekuatan visual yang luar biasa. Jangan pernah berkata tidak bisa sebelum mencoba. Keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi,” tuturnya.

Kegiatan talk show dipandu oleh Khusnul Fatonah, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Esa Unggul, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Komunitas Isyart Universitas Esa Unggul berada di bawah pembinaan Dr. Muhamad Fauzi, S.Ds., M.Ds., selaku Wakil Dekan Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang yang benar-benar inklusif bagi seluruh mahasiswa.

“Membangun kampus inklusif berarti menghadirkan ruang yang merangkul keberagaman, di mana setiap orang dihargai atas jati dirinya tanpa harus menjadi seragam. Inklusivitas tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang aksesibel, tetapi juga melalui tumbuhnya budaya saling menghargai, memahami, dan menerima keberagaman, termasuk budaya Tuli dan penyandang disabilitas. Dengan demikian, setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkarya, berpartisipasi, didengar, dan berkontribusi tanpa hambatan maupun diskriminasi,” jelas Dr. Fauzi.

Rektor Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST., MBA., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Universitas Esa Unggul berkomitmen menjadi kampus yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang tanpa diskriminasi.

“Universitas Esa Unggul percaya bahwa pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua orang. Melalui Festival Isyart, kami ingin memperkuat budaya kampus yang inklusif, menghargai keberagaman, serta mendorong setiap mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. Inklusivitas bukan hanya menjadi nilai, tetapi harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan kampus,” ujar Rektor.

Melalui Festival Isyart UEU 2026, Universitas Esa Unggul menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 10 (Reduced Inequalities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penyediaan ruang belajar yang inklusif, pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas, serta kolaborasi lintas komunitas untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University merupakan perguruan tinggi swasta terkemuka yang berkomitmen menjadi world-class entrepreneurial university.

Didirikan pada tahun 1993, Universitas Esa Unggul saat ini memiliki:

  • 11 Fakultas
  • 44 Program Studi, terdiri dari:
    • 25 Program Sarjana/Sarjana Terapan
    • 2 Program Diploma
    • 6 Program Profesi
    • 9 Program Magister
    • 1 Program Doktor
    • 1 Program Sarjana PJJ Teknik Informatika (full online)

Universitas Esa Unggul memiliki lebih dari 19.000 mahasiswa yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia dan 8 negara, dengan dukungan ekosistem pendidikan modern berbasis inovasi dan kolaborasi global. Dalam penguatan kualitas pendidikan dan internasionalisasi, Universitas Esa Unggul tergabung dalam CINTANA Alliance, jejaring global perguruan tinggi yang dimotori oleh Arizona State University (ASU), yang memungkinkan akses pada praktik pendidikan tinggi kelas dunia, inovasi pembelajaran digital, pengembangan kurikulum global, penelitian, serta kolaborasi internasional.

Sebagai bagian dari pengembangan institusi, Universitas Esa Unggul juga menghadirkan Global Innovation Hub (GI Hub) di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan dengan konsep Urban Academic Hub untuk mendukung pembelajaran berbasis industri, riset, inovasi, technopark, entrepreneurship, serta kolaborasi dunia usaha dan industri.

Universitas Esa Unggul telah memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi “UNGGUL” dari BAN-PT, dengan 18 program studi berakreditasi UNGGUL dan sejumlah program studi yang telah meraih akreditasi internasional. Dalam bidang reputasi akademik dan institusi, Universitas Esa Unggul mencatat berbagai capaian nasional dan internasional, di antaranya:

  • Peringkat 69 SINTA Nasional
  • Peringkat 6 Jakarta & 62 Nasional versi EduRank 2026
  • GreenMetric: Peringkat 2 Jakarta, 29 Nasional, dan 203 Internasional
  • Berbagai penghargaan nasional melalui Anugerah Diktisaintek Kemendiktisaintek

Didukung budaya riset yang kuat, Universitas Esa Unggul aktif menghasilkan publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual, inovasi, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak bagi pembangunan nasional dan global.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment