Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.972 per Dolar AS Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI

Aruna9news.com,  Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (27/7/2026), setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Berdasarkan data pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.972 per dolar AS, turun 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah berlangsung di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang kawasan tercatat menguat, seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dolar Singapura, yen Jepang, hingga dolar Hong Kong. Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang mengalami pelemahan.

Di pasar global, mata uang utama negara maju justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss sama-sama mencatatkan apresiasi pada awal perdagangan.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah sebenarnya memiliki peluang untuk menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah penghentian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Meski demikian, menurutnya ruang penguatan rupiah masih terbatas karena pelaku pasar memilih bersikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting ekonomi Amerika Serikat. Investor saat ini menunggu rilis data produk domestik bruto (PDB), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), serta hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Selain faktor eksternal, Lukman juga menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia berpotensi memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan rupiah dalam jangka pendek karena memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS, dengan pergerakan yang masih dipengaruhi perkembangan sentimen global maupun domestik.

Sumber: CNN Indonesia

Penulis: Annisa Ainaya Salsabila

 

Leave A Comment