Sutradara The Mask Chuck Russell Meninggal Dunia, Jim Carrey Sampaikan Penghormatan

Aruna9news.com, Jakarta – Aktor Hollywood Jim Carrey menyampaikan penghormatan terakhir kepada sutradara film legendaris The Mask (1994), Chuck Russell, yang meninggal dunia pada usia 74 tahun pada 22 Juni 2026.
Dalam pernyataannya, Carrey mengenang pengalaman bekerja bersama Russell sebagai salah satu momen paling berkesan sepanjang kariernya. Ia menyebut sang sutradara berhasil menciptakan suasana syuting yang hangat, penuh keceriaan, dan dipenuhi semangat kebersamaan.
“Saya menganggapnya sebagai suatu kehormatan telah bekerja dengan Chuck Russell, yang selama pembuatan film The Mask, menciptakan suasana riang dan kekanak-kanakan yang penuh keajaiban dan persahabatan di lokasi syutingnya,” ujar Carrey.
Ia menambahkan bahwa seluruh pemain dan kru merasakan energi positif yang dibawa Russell selama proses produksi.
“Seluruh pemain dan kru tersentuh dan terinspirasi oleh keceriaannya. Kita semua telah diberkati selama bertahun-tahun oleh momen yang penuh semangat dan abadi itu,” lanjutnya.
Di akhir pesannya, Carrey mengucapkan terima kasih kepada Russell dan menyebut The Mask sebagai salah satu karya paling berharga dalam perjalanan kreatif sang sutradara.
Kabar meninggalnya Chuck Russell dikonfirmasi oleh sang istri, Ania, kepada The New York Times. Russell mengembuskan napas terakhir di San Diego pada 22 Juni 2026.
Chuck Russell dikenal sebagai salah satu sutradara yang berpengaruh di genre horor, aksi, dan fantasi. Sepanjang kariernya, ia melahirkan sejumlah film populer seperti A Nightmare on Elm Street 3: Dream Warriors (1987), The Blob (1988), The Mask (1994), Eraser (1996), hingga The Scorpion King (2002).
Proyek terakhirnya adalah Witchboard (2024), di mana ia berperan sebagai penulis, sutradara, sekaligus produser.
Di antara seluruh film garapannya, The Mask menjadi salah satu karya paling sukses secara komersial. Film yang dibintangi Jim Carrey tersebut meraih pendapatan box office sebesar US$351,8 juta dari anggaran produksi sekitar US$18–23 juta, sekaligus menjadi film terlaris keempat pada 1994. Selain sukses di bioskop, film itu juga dikenal berkontribusi pada kebangkitan musik swing di era 1990-an.
Sumber: CNN Indonesia
Penulis: Annisa Ainaya Salsabila










