Batam Siap Sambut Wisatawan Singapura yang Beralih dari Johor Akibat Kemacetan Parah

Last Updated: 31 Januari 2026By Tags: , , , ,

BATAM – Seiring dengan kemacetan yang semakin parah di Johor-Singapore Causeway, Pemerintah Kota Batam melihat peluang besar untuk menarik lebih banyak wisatawan Singapura yang mulai enggan melakukan perjalanan darat ke Johor Bahru.

Walikota Batam Amsakar Achmad menyatakan kesiapan kota ini menyambut wisatawan Singapura yang mencari alternatif destinasi berbelanja dan berlibur yang lebih nyaman.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan wisatawan dari Singapura. Batam siap menjadi destinasi favorit mereka untuk berbelanja, kuliner, dan wisata. Kami terus berbenah meningkatkan infrastruktur dan kualitas pelayanan agar mereka merasa nyaman,” ujar Amsakar kepada wartawan, Jumat (31/1/2026).

Kemacetan Johor Makin Parah

Dalam beberapa bulan terakhir, perjalanan dari JB ke Singapura pada jam sibuk bisa memakan waktu 2-4 jam , jauh lebih lama dari perjalanan normal yang hanya sekitar 1 jam. Bahkan pada Senin pagi (29 Desember 2025), antrean kendaraan sudah mengular sepanjang Causeway sejak pukul 3 pagi.

Kondisi ini membuat banyak warga Singapura mulai mempertimbangkan kembali perjalanan rutin mereka ke Johor Bahru. Pada hari pertama libur sekolah Maret 2025, antrean kendaraan membentang dari kompleks CIQ Sultan Iskandar di Johor Bahru hingga kembali ke Woodlands Checkpoint, dengan waktu tunggu lebih dari dua jam.

Fenomena ini menciptakan peluang bagi Batam sebagai alternatif yang lebih praktis. Dengan perjalanan feri yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam dari HarbourFront atau Tanah Merah Ferry Terminal, tanpa kemacetan darat yang melelahkan, Batam menawarkan pengalaman yang jauh lebih nyaman.

Batam: Alternatif Tanpa Macet

“Kita harus memahami bahwa wisatawan Singapura datang mencari nilai lebih dari uang mereka tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di kemacetan. Di sinilah keunggulan Batam. Perjalanan dengan feri lebih nyaman, tidak ada macet, dan mereka langsung bisa menikmati berbagai fasilitas yang kami tawarkan,” jelas Amsakar.

Data menunjukkan bahwa wisatawan Singapura biasanya datang ke Batam untuk menikmati spa dan massage dengan harga terjangkau, bermain golf di lapangan berkelas internasional, kuliner seafood segar, dan berbelanja kebutuhan sehari-hari. Semua ini bisa didapat tanpa harus menghadapi kemacetan seperti di Causeway.

Rencana Peningkatan Infrastruktur

Walikota yang dilantik pada Februari 2025 lalu ini juga menyampaikan beberapa rencana strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata unggulan.

“Kami sedang mengkaji berbagai terobosan, termasuk peningkatan layanan feri, kemudahan proses imigrasi, hingga pengembangan kawasan wisata terpadu yang ramah wisatawan internasional. Kami ingin pengalaman wisatawan di Batam benar-benar bebas stres, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan,” ungkap Amsakar.

Pemerintah Kota Batam juga tengah gencar menata kawasan wisata dan pusat perbelanjaan agar lebih menarik. Kebersihan kota, keamanan, dan kenyamanan menjadi prioritas utama.

“Batam bukan hanya kompetitor Johor Bahru, tapi kami ingin menjadi destinasi pilihan pertama. Ketika mereka harus menghabiskan 3-4 jam terjebak macet di Causeway, di Batam mereka sudah bisa menikmati pijat, makan seafood, atau bermain golf,” tegasnya.

Sinergi Semua Pihak

Amsakar juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak untuk memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

“Untuk itu, semua pihak—mulai dari operator feri, pelaku usaha pariwisata, perhotelan, restoran, hingga masyarakat—harus bersama-sama memberikan pelayanan terbaik. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Dengan kondisi kemacetan di Johor yang terus memburuk dan berbagai upaya peningkatan kualitas layanan yang sedang dilakukan, Batam optimis dapat menarik lebih banyak wisatawan Singapura dan memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dan belanja favorit di kawasan regional.

“Kami siap menyambut mereka dengan pelayanan terbaik, harga terjangkau, dan yang paling penting—tanpa macet,” tutup Amsakar dengan senyum.

 

Leave A Comment