Berawal dari Tugas Kuliah, Cheesecake by Dessheart Raup Omzet Jutaan per Bulan

SC : Hani Dessheart

Aruna9news.com  – Kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan tugas perkuliahan kembali melahirkan peluang usaha menjanjikan. Berawal dari tugas mata kuliah Kewirausahaan 1, enam mahasiswa membangun bisnis dessert bertajuk Cheesecake by Dessheart yang kini mampu menghasilkan omzet hingga sekitar Rp1 juta per bulan.

Tim yang terdiri dari Hanifah Setya Utami, Ira Firna, Fitri Laila Sari, Ayalla Wahda Jannati, Dyka Kurnia Santi, dan Tita Sintia Agata ini sepakat memilih cheesecake sebagai produk utama setelah melalui proses diskusi ide. Dessert tersebut dinilai memiliki banyak peminat, bertekstur lembut, serta mudah dikreasikan dalam berbagai varian rasa.

SC : Hani (Dessheart)

Salah satu anggota tim, Hani, mengungkapkan bahwa pengalaman berjualan secara langsung memberikan banyak pelajaran, terutama dalam hal komunikasi dengan calon pembeli.

“Menurut gue sendiri, dengan adanya gue jualan cheesecake ini, apalagi yang di offline seperti di sekolah-sekolah atau di lokasi lainnya, itu jadi momen pertama gue belajar komunikasi sama calon pembeli. Karena kalau kita malu, orang-orang nggak akan datang. Di sini bukan mereka yang harus banyak tanya, tapi kita yang wajib menjelaskan produk, apalagi kalau mereka masih bingung,” ujarnya.

Selain itu, ia juga merasakan pengalaman nyata dalam membangun usaha dari nol sesuai dengan keinginannya memiliki bisnis yang sederhana namun tetap menghasilkan.

“Di sini gue juga belajar caranya buat usaha. Dari awal gue memang pengin punya usaha yang simpel tapi tetap menghasilkan,” tambahnya.

Tidak hanya fokus pada rasa, konsep harga yang ramah di kantong pelajar menjadi strategi utama. Cheesecake by Dessheart dijual mulai dari Rp5.000 untuk varian mini, Rp7.000–Rp8.000 untuk ukuran small, Rp10.000 ukuran medium, hingga Rp17.000 untuk ukuran large. Penentuan harga tersebut menyasar segmen pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak sekolah dasar.

Dalam pengembangannya, beberapa varian rasa menjadi favorit pelanggan, di antaranya Oreo, cokelat, dan tiramisu. Seluruh produk dibuat menggunakan bahan pilihan dengan proses produksi yang higienis sehingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa creamy.

Sistem pemasaran dilakukan secara online dan offline untuk memperluas jangkauan pasar. Penjualan langsung dilakukan di sejumlah titik seperti kawasan Citra Raya, SD Cukanggalih 2, SD Curug Kulon 1 dan 2, serta pasar kaget di Perumahan Puri Asih Curug. Strategi ini dinilai efektif karena mampu menjangkau target utama, yakni pelajar dan warga sekitar.

Dari usaha yang awalnya hanya bersifat proyek akademik, Cheesecake by Dessheart kini berkembang menjadi bisnis nyata. Dengan modal yang relatif terjangkau dan produksi yang menyesuaikan kebutuhan harian, risiko kerugian dapat ditekan.

Selain memberikan keuntungan finansial, usaha ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para mahasiswa dalam mengelola bisnis. Mulai dari proses produksi, pemasaran, pelayanan konsumen, hingga pengelolaan keuangan dilakukan secara mandiri dan berkelompok.

Pengalaman tersebut dinilai mampu melatih mental berwirausaha, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperkuat kerja sama tim. Fleksibilitas waktu berjualan juga memungkinkan usaha ini tetap berjalan di tengah kesibukan kuliah.

Lebih dari sekadar tugas perkuliahan, Cheesecake by Dessheart menjadi langkah awal bagi para mahasiswa untuk terjun ke dunia bisnis secara nyata. Ke depan, usaha ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas sebagai salah satu pilihan dessert favorit di kalangan pelajar dan masyarakat.

Penulis : Aliya Lathifa Restu

Leave A Comment