Bir Ali: Titik Syahdu Awal Perjalanan Suci dari Madinah

Last Updated: 25 Februari 2026By Tags: , ,

 

 

Memiliki arsitektur unik berbentuk segi empat yang menyerupai benteng pertahanan

Meninggalkan Madinah Al-Munawwarah selalu menyisakan rasa haru. Setelah berhari-hari dimanjakan dengan ketenangan Masjid Nabawi, kini tiba saatnya bagi para jemaah umrah untuk melangkah menuju Baitullah. Namun, sebelum kaki menapak di Makkah, ada satu perhentian suci yang menjadi gerbang pembuka ibadah: Masjid Dzulhulaifah, atau yang lebih akrab di telinga kita sebagai Bir Ali.

 

Mengapa Harus Bir Ali?

Bir Ali bukan sekadar tempat singgah untuk berganti pakaian. Secara syariat, tempat ini adalah Miqat Makani bagi penduduk Madinah dan siapa saja yang melewatinya. Di sinilah garis “start” spiritual dimulai. Begitu niat diucapkan di Bir Ali, seorang jemaah resmi berada dalam keadaan ihram, di mana segala larangan harus dijaga dan fokus hanya tertuju pada Allah SWT.

Pesona Arsitektur dan Sejarah

arsitektur yang bersejarah

 

 

Bangunan utama di tengah dikelilingi koridor panjang berarcade warna krem-kemerahan

dirancang oleh arsitek Abdul Wahid El Wakil

 

Masjid yang terletak sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi ini memiliki bentuk yang unik, menyerupai benteng dengan menara setinggi 64 meter. Nama “Bir Ali” (Sumur Ali) sendiri melegenda karena konon Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah menggali banyak sumur di kawasan subur ini.

Saat memasuki pelataran masjid, jemaah akan disambut oleh deretan pohon palem dan taman yang tertata rapi. Suasana di sini selalu terasa magis; ada perpaduan antara kesibukan ribuan jemaah yang bersiap dan kesyahduan talbiyah yang mulai berkumandang.

Momen Paling Menggetarkan: Niat di Atas Kendaraan

Salah satu momen paling berkesan bagi jemaah adalah saat bus mulai bergerak meninggalkan area Bir Ali. Di bawah bimbingan mutawwif, seluruh jemaah serentak melantunkan:

“Labbaykallahumma ‘Umratan…” (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah).

Suara talbiyah yang bersahut-sahutan di dalam bus seringkali membuat air mata menetes. Ini adalah tanda bahwa perjalanan fisik telah berubah menjadi perjalanan batin menuju Ka’bah.

Tips Nyaman di Bir Ali:

  1. Persiapan di Hotel:Sangat disarankan untuk mandi sunnah ihram dan mengenakan kain ihram (bagi laki-laki) sejak di hotel Madinah agar di Bir Ali tinggal melaksanakan salat sunnah dan niat.
  2. Jaga Barang Bawaan:Karena keramaian yang luar biasa, pastikan tas kecil berisi dokumen penting selalu melekat di badan.
  3. Hafalkan Posisi Bus:Area parkir Bir Ali sangat luas. Ingat nomor bus atau ciri khas bus Anda agar tidak tertukar saat kembali dari masjid.

Bir Ali adalah saksi bisu janji setia seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dari sini, perjalanan 450 km menuju Makkah tidak lagi terasa melelahkan, karena hati sudah lebih dulu sampai di depan pintu rahmat-Nya.

Setelah mengambil miqat di Bir Ali, Anda memiliki dua pilihan utama untuk melanjutkan perjalanan suci menuju Makkah: menggunakan bus atau kereta cepat. Masing-masing menawarkan pengalaman yang berbeda bagi jemaah umrah.

 

Leave A Comment