Boleh Jalur-Jalan, Tapi Safar Ibadah Khusus Hanya ke 3 Masjid Ini

Siapa yang tidak suka jalan-jalan? Apalagi kalau tujuannya untuk menenangkan hati dan melihat kebesaran Tuhan. Namun, dalam Islam, ada panduan menarik soal perjalanan jauh atau “safar” yang niat utamanya adalah untuk mengejar keberkahan ibadah di sebuah tempat.
Rasulullah SAW pernah memberikan pesan khusus agar kita tidak payah-payah melakukan perjalanan jauh dengan niat khusus beribadah, kecuali ke tiga masjid utama.
Kenapa Hanya 3 Masjid?
Tiga masjid ini bukan masjid biasa. Mereka memiliki nilai sejarah dan pahala yang berlipat ganda dibandingkan masjid lainnya di dunia. Ketiganya adalah:
- Masjidil Haram (Makkah):Tempat Ka’bah berada. Salat di sini pahalanya 100.000 kali lipat dibanding masjid biasa.
- Masjid Nabawi (Madinah):Masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah. Salat di sini pahalanya 1.000 kali lipat.
- Masjidil Aqsa (Palestina):Kiblat pertama umat Islam dan tempat persinggahan Isra Mi’raj. Salat di sini pahalanya 500 kali lipat.
Maksud “Larangan” Safar ke Tempat Lain
Mungkin ada yang bertanya, “Berarti tidak boleh jalan-jalan ke masjid indah di Turki atau keliling masjid di Trans Jawa?”
Tentu saja boleh. Yang dimaksud dalam hadits Nabi (Riwayat Bukhari & Muslim) adalah larangan menganggap suatu tempat atau masjid lain memiliki “kelebihan pahala khusus” atau “kesucian” yang setara dengan tiga masjid tadi.
Jadi, kalau kita ke Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo atau Masjid Istiqlal karena kagum dengan arsitekturnya atau ingin salat berjamaah di sana, itu sah-sah saja. Namun, kita tidak boleh meyakini bahwa salat di sana secara otomatis mendatangkan pahala berlipat ganda seperti di Makkah atau Madinah.
Pelajaran untuk Kita
Panduan ini sebenarnya mengajarkan kita untuk efisien. Kalau punya rezeki lebih dan tenaga untuk safar jauh demi ibadah, prioritaskanlah ketiga tempat ini terlebih dahulu.
Bagi para pemudik yang nanti melewati jalur Trans Jawa dan ingin mampir ke masjid-masjid megah di sepanjang jalan, silakan jadikan itu sebagai sarana istirahat dan tadabbur alam. Namun, tetap jaga niat agar tujuan utama “safar ibadah” tertinggi kita tetap tertuju ke Tanah Suci.
Indahnya Islam adalah setiap jengkal bumi adalah tempat sujud. Namun, untuk perjalanan yang diniatkan khusus demi kemuliaan tempat, tiga masjid inilah juaranya.











