
Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University menghadirkan inovasi pemberdayaan kader kesehatan melalui penggunaan aplikasi edukasi berbasis smartphone untuk pencegahan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang. Program ini bertujuan meningkatkan deteksi dini faktor risiko, memperkuat literasi kesehatan masyarakat, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diketuai oleh Dr. Antia, S.Kp., M.Kep., bersama tim Dr. Dien Kurtanty dan Ns. Ratna Dewi, S.Kep., M.Kep., Sp.MB., dengan melibatkan 13 mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Esa Unggul. Sasaran kegiatan adalah 36 kader kesehatan Desa Ciangir yang diberikan pelatihan penggunaan aplikasi “Suster Kita”, sebuah platform telenursing interaktif yang dilengkapi fitur edukasi kesehatan ginjal, pemantauan faktor risiko, serta kalkulator estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR) untuk membantu deteksi dini penurunan fungsi ginjal. Selain pelatihan aplikasi, kegiatan juga mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi PGK, serta evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular.
“Pemberdayaan kader kesehatan melalui aplikasi edukasi berbasis smartphone merupakan langkah strategis untuk meningkatkan deteksi dini dan kesadaran masyarakat terhadap risiko Penyakit Ginjal Kronis. Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University terus mendorong inovasi pengabdian masyarakat berbasis teknologi yang mampu memperkuat kapasitas komunitas dan menghadirkan dampak kesehatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan setelah pelatihan, dengan skor pemahaman peserta meningkat dari nilai pra-tes 238 menjadi 256 pada pasca-tes. Selain itu, pemeriksaan kesehatan dasar juga menunjukkan beberapa peserta berada pada kategori mendekati faktor risiko metabolik, sehingga memperkuat pentingnya edukasi kesehatan ginjal sejak dini.
Melalui program ini, kader kesehatan tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator edukasi bagi masyarakat. Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University berkomitmen mengembangkan model pemberdayaan berbasis aplikasi digital ini secara berkelanjutan untuk memperkuat sistem pencegahan Penyakit Ginjal Kronis di tingkat masyarakat.