Di Balik Serangan Drone Iran: Mengapa Pabrik Desalinasi Krusial di Teluk?

Last Updated: 10 Maret 2026By Tags: , ,

Image: Kepulan asap di Bahrain (ilustrasi serangan Iran). Foto: Reuters

Aruna9news.com – Serangan drone dari Iran dilaporkan merusak pabrik desalinasi air di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain menyatakan bahwa serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada fasilitas serta menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

“Agresi Iran secara acak menargetkan objek sipil dan menyebabkan kerusakan material pada pabrik desalinasi air setelah serangan drone,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Bahrain yang dikutip AFP, Minggu (8/3/2026).

Pabrik desalinasi memiliki peran yang sangat penting bagi negara-negara di kawasan Teluk. Wilayah ini bergantung pada sumber air yang terbatas, terutama air tanah fosil atau air tanah purba serta air hasil desalinasi. Kedua sumber tersebut menyumbang lebih dari 90% pasokan air di kawasan itu.

Meski air tanah masih menjadi sumber utama di banyak wilayah, peran desalinasi semakin besar dan bahkan telah menjadi sumber air utama di beberapa negara Teluk. Karena itu, kerusakan pada fasilitas desalinasi dapat berdampak besar terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan dari Middle East Institute, negara-negara Teluk termasuk yang paling bergantung pada teknologi desalinasi di dunia. Secara kolektif, kawasan ini memproduksi sekitar 40% air hasil desalinasi global, dan kapasitasnya diperkirakan akan meningkat hingga dua kali lipat pada 2030.

Wilayah negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) memang dikenal sebagai salah satu kawasan paling kering di dunia dengan sumber air tawar yang sangat terbatas. Karena itu, pembangunan pabrik desalinasi menjadi solusi utama untuk mengatasi kelangkaan air sekaligus memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Desalinasi sendiri merupakan proses mengubah air laut atau air payau menjadi air tawar dengan cara menghilangkan kandungan garam serta mineral di dalamnya. Selain untuk kebutuhan air minum, teknologi ini juga dapat menghasilkan air dengan tingkat kemurnian tinggi yang digunakan dalam berbagai industri, seperti farmasi dan pengolahan makanan.

Dalam proses tersebut, kadar garam atau total padatan terlarut (total dissolved solids/TDS) biasanya diukur dalam satuan miligram per liter (mg/L), bagian per seribu (ppt), atau bagian per juta (ppm). Namun, proses desalinasi juga menghasilkan limbah berupa air garam yang sangat pekat dengan berbagai kandungan kimia.

Di negara-negara GCC, perkembangan teknologi desalinasi juga berkaitan erat dengan industri minyak. Lonjakan harga minyak pada 1973 memungkinkan negara-negara di kawasan itu memperoleh pendanaan besar untuk membangun infrastruktur air dan energi, termasuk proyek-proyek desalinasi berskala besar.

Editor: Ariel Yoga Praditya

Source: Detik.com

Leave A Comment