Jangan Abaikan! Ini Ciri-Ciri Benjolan Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini
Kanker payudara masih menjadi salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang perempuan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Sayangnya, sebagian besar kasus baru diketahui ketika sudah memasuki stadium lanjut, yang tentu saja menyulitkan proses pengobatan. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan kemungkinan kesembuhan.
Salah satu gejala paling umum dari kanker payudara adalah munculnya benjolan. Namun, tidak semua benjolan di payudara bersifat ganas. Beberapa bisa jadi hanya disebabkan oleh perubahan hormon atau kista jinak. Sayangnya, banyak perempuan yang menunda pemeriksaan karena merasa benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit atau terlihat tidak mengkhawatirkan.
Untuk itu, penting bagi setiap perempuan untuk lebih peka terhadap kondisi tubuhnya, termasuk dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin atau dikenal dengan metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Langkah ini bisa membantu mengenali perubahan pada payudara sejak dini sebelum menjadi masalah serius.
Berikut beberapa tanda khas benjolan yang patut diwaspadai sebagai gejala awal kanker payudara:
1. Tekstur dan Bentuk Benjolan yang Tidak Biasa
Benjolan yang berpotensi kanker biasanya terasa keras dan memiliki permukaan yang tidak rata. Ukurannya bisa beragam, dari sangat kecil hingga cukup besar. Namun, penting dipahami bahwa ukuran bukanlah penentu, benjolan kecil pun bisa saja bersifat ganas.
2. Tidak Selalu Menimbulkan Rasa Sakit
Banyak orang berpikir bahwa benjolan yang berbahaya pasti akan terasa nyeri. Padahal, benjolan kanker payudara sering kali tidak menimbulkan rasa sakit di awal perkembangannya. Meski demikian, ada juga kasus di mana benjolan terasa sakit atau menimbulkan rasa tidak nyaman.
3. Benjolan Sulit Digoyangkan
Ciri lain yang membedakan benjolan kanker dengan yang jinak adalah dari pergerakannya. Benjolan jinak umumnya bisa digerakkan dan terasa lunak. Sebaliknya, benjolan kanker cenderung menetap, terasa kaku, dan melekat pada jaringan di sekitarnya, karena sel kanker menyusup ke jaringan sekitar.
4. Keluarnya Cairan Abnormal dari Puting
Jika Anda mengalami keluarnya cairan dari puting padahal tidak sedang menyusui, ini bisa menjadi tanda peringatan. Cairan bisa berwarna bening, keruh, kuning, bernanah, bahkan berdarah. Meski tidak selalu berarti kanker, kondisi ini sebaiknya segera diperiksa lebih lanjut.
Menjaga kesehatan payudara bukan hanya soal menjalani pola hidup sehat, tetapi juga soal kesadaran untuk mengenali perubahan yang terjadi pada tubuh. Jika Anda menemukan benjolan dengan karakteristik di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Deteksi dini bisa menjadi kunci utama untuk menghindari risiko yang lebih besar dan memperbesar peluang kesembuhan dari kanker payudara.
Sumber: Okezone News
Berita selengkapnya dapat anda akses melalui aruna9news.com