Jasad Mahasiswa Muhammad Farhan di temukan tinggal kerangka akibat tewas pasca demo Agustus lalu

Sosok Muhammad Farhan merupakan seorang Mahasiswa dari salah satu universitas (23) yang dikabarkan menghilang sejak pasca Demo pada Agustus lalu bahwa korban di temukan telah meninggal Dunia dengan kondisi yang begitu memprihatian bahwa korban dalam kondisi tinggal kerangka di Gedung Astra Credit Companies (ACC)  lantai 2 yang berada di Jakarta Pusat.

Farhan dikabarkan menghilang pasca terjadinya demo bahwa korban tidak ikut dalam aksi demo tersebut melainkan korban hanya sebagai penonton, setiap hari korban selalu mencari korban sampai mengadakan suatu pengajian untuk korban pada sore hari.

Setelah hampir selama 2 bulan korban menghilang akhirnya Farhan ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka saja yang ditemukan di lantai 2 ACC Kwitang Jakarta Pusat. Saat itu korban Bersama teman nya yang berinisial Reno Syahputra Dewo (24) juga ditemukan dalam kondisi sudah Meninggak dunia dan tinggal kerangka kedua korban tersebut menghilang saat terjadi nya demo tersebut di Jakarta pada 29 Agustus 2025 silam.

Polisi juga menyebutkan jasad yang berada di gedung Astra Credit Companies (ACC) yang merupakan terjadinya penemuan kerangka manusia itu yang dimana kerangka tersebut adalah farhan ditemukan ditemukan pada hari Jumat tanggak 7 November 2025  dari hasil Tes DNA bahwa kerangka tersebut berjenis kelamin laki-laki dari kedua kerangka itu masing-masing bernama Reno Syahputra dan Muhammad Farhan yang telah menghilang selama 2 bulan pasca demo besar-besaran itu.

Kehilangan tersebut terjadinya saat Jakarta sedang terjadinya pasca kerusuhan aksi demo besar-besaran di Wilayah Jakarta Pusat. Dalam konfrensi prees di Rumah sakit Polri keramat jati Jakarta Timur bahwa keluarga korban mendatangi dan mendengar kabar buruk tersebut dari hasil pemerikasa, keluarga korban duduk di belakang awak media bersama pendamping nya dari polres.

Hasil yang telah diumumkan bahwa dari beberapa kerangka tersebut yang mengatakan bahwa jasad tersebut adalah ankanya dari beberapa anggota keluarga korban tak kuasa menahan tangis  Ketika mereka mendengar bahwa kondisi putra nya telah menghilang selama 2 bulan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan tinggal kerangka.

Polisi juga telah mencocokan indentifikasi yang telah dilakuan dalam proses pencocokan antara data psomrtem dan antemortem yang dinyatakan bahwa dari kepala biro Laboratorium Kesehatan polri Bren Hasututi mengatakan dari hasil DNA tersebut yang membuktikan bahwa dari kecocokan dari data keluarag korban, bahwa kerangaka tersbut di temukan di lantai 2 di Gedung Astra Credit Companies (ACC)  Jakarta Pusat.

saat terjadinya peristiwa itu yang terjadinya kebakaran tersebut di lokasi itu sudah dipasangi garis polisi untuk penyelidikan dalam kasus tersebut. saat terjadinya kericuhan tersebut pasca aksi demonstrasi pada markas Kop Bromov pada 29 Agustus 2025 silam.

Dari hasil tersebut sudah diambil sempel dari kerangka korban seperti tulang panggul dan juga tenggorak dari korban dan tulang Panjang yang sudah mengidentifikasi tinggi dari kerangka tersebut ujarnya.

Kakak korban mengatakan bahwa adiknya itu hanya ingin melihat aksi demo dan demonstrasi dan ia mengunjungi ke mako brimob yang berada di kwitang Jakarta pusat, korban mengatakan bahwa adiknya melihat aksi demonstrasi itu Bersama dengan Kawan nya.

saat itu jorbab berangkat bersama temanya setelah sampai disana bahwa temanya yang satu nya harus pulang karena ada urusan mendadak di rumah katanta saat menyerahkan surat desakan ke polda metro jaya pada 1 Oktober 2025.

setelah menjelang pada sore hari Imrony mengatakan bahwa informasi tersebut di karenakan suasan di Mako Brimov Kwitang semakin ricuh. Akibatnya farhan bersama dengan dua temannya berpisah di karenakan polisi menembakkan gas air mata.

diungkapkan bahwa Farhan dan temanya berusahan sudahh mencari jadi semenjak itu sudah tidak lagi ditemukan.

setelah kejadian tersebut bahwa farhan terlihat dirinya yang di gtong oleh dua orang yang berjaket Ojek onlien (ojol) dan langsung dilarikan ke RSRSPAD Gatoto Subroto ujarnya. korban diketahui telah naik motor di karenakan kakinya terluka ungkapnya.

dari pihak keluarga korban mengatakan bahwa Farhan tidak terlibat dalam aksi demo tersebut, Imrony mentuturkan bahwa aktifitas adiknya sebagai pekerja meski tak disebut jenis pekerjaannya.

Polisi juga sudah mengungkapkan bahwa dari hasil tes DNA dari kerangkka manusia tersebut yang ditemukan du gedung ACC Kwintang Jakarta Pusat.

hasil dari pemeriksaan dari Deoxyribonucleic acid (DNA) bahwa dari kedua kerangka manusia tersebut adalah yang bernama Remo Syahputra Dewo dan Muhammada Farhan yang tercatat telah menghilang pasca terjadinya demo tersebut yang terjadi pada Agustu 2025 lalu.

hasil dari tes DNA dari hasil pemeriksaan ilmiah sudah dilakukan untuk menganalisis asam deoksiribonukleat (DNA) dari seseorang materi genetik yang telah membawa informasi dari pewarisan dari sifat dari orang tua pada anak.

dari hasil penemuan kerangka manusia tersebut sudah di infokan oleh kepala Biro Laboratorium dan juga dokumen kesehatan (Karo Labdokkes) Puskodokkes polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti.

dari hasil pemeriksaan tersebut bahwa dari analisis tulang tengkorang dan panggul yang telah di periksa bahwa kedua kerangka itu berjenis kelamin laki-laki.

pemeriksaan dari tes DNA dari gigi post mortem 0080 yang cocok dengan mortem 002  yang telah terindentifikasi Reno Syahputra Dewo anak biologis dari bapak Muahamad Yasin jelas Sumy Hastry di RS Polri kramat Jati pada Jumat (7/11/2025).

sumy juga menginfokan dari beberapa indentitas pada kerangka tersebut juga sudah dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari perhiasaan kalung dan juga ikat pinggang dari hasil pemeriksaan DNA dari tulang korban.

kakak korban Farhan bernama Muhammad Irfan Zidny (31) menginformasi keluarah tersebut sudah menerima hasil dari tes DNA, keluarga korban juga sudah memperisapkan kasus ini dari polisi bagaimana dari hasil yang sudah diterima kata Irfan saat ditemui di Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025).

Kakak korban mengatakan bahwa Farhan menghilang dan tidak ada kabar sejak 29 Agustus 2025 silam.

Farhan saat itu izin pergi kepada keluarga nya untuk melaksanakan Sholat jumat pada waktu itu di Masjid Sitiqlal Jakarta pusat dan farhan mengunjungi ke pemakaman Affan kuriniawan yang merupakan seorang ojek online yang tewas akibat kelindas oleh kendaraan taktis oleh brimob Polda Metro jaya pada 28 Agustus silam.

setelah kejadian itu keluarga sudah tidak ada menerima kabar dari korban sehingga keluarga langsung melakukan pencarian kepada korban.

pada tanggal 29 Agustus 2025 keluarga korban dibantu oleh dari kontras yang megunjungi langsung dari sejumlah tempat titik lokasi di temukan jasad Farhan tersebut.

setelah ke kantor polisi keluarga korban juga mencari keberadaan farhan di rumah sakit tempat para demonstran itu dirawat.

pada tanggal 1atau 2 November 2025 dari pihak kepolisian memberi informasi bahwa ada sebuah kerangka manusia di gedung yang tepat nya di samping Brimob di daerah kwitang dari beberapa keluarga korban di minta untuk datang untuk melakukan tes DNA di RS Polri kramat Jati Jakarta timur ungkapnya.)

dari hasil tes DNA itu pada hari Jumat pada tanggal 7 November 2025.

dari pihak keluarga berharap dari hasil tes DNA itu menjadi info untuk pencarian terhadap Frahan yang sudah lama menghilang pasca demo tersebut.

Irfan mengatakan bahwa kalau itu memang almarhum adik saya saya minta doanya agar beliau tenang dialam sana ungkapnya dan semoga kejadian ini tidak ada kejadian lagi ungkapnya.

kerangka yang telah ditemukan itu pihak kepolisian mengatakan bahwa bahwa kedaa jasad tersebut hangus terbakar ungkpanya.

sebagian dari jasad sudah rusak akibat kebakar dan dari jasad btersebut tidak ada tanda-tanda kekerasan dan cedera pada tubuh korban kata kepala Laboratorium Kedokteran dari kepolisian (karo Labdokkes Polri) ungkapnya dari Brigjen Pol Sumi Hastry Purwanti dalam konfersnsi pers di RS polri Kramat Jati Jakarta.

Hastry juga mengatakan dari hasil kerangka yang telah di periksa bahwa tubuh farhan nyaris habis terbakar.

dari hasil forensik menemukan sedikit dari bagian organ dan juga potongan tulang korban.

hanya sisa-sisa organ pada yang terbakar dan menyisahkan tulang-tulang sedikit di kerangkanya.

kabid humas Polda Metro Jaya dari kombes Bhudi Hemrmanto mengungkapkan dari dua Jenazah itu sudah diserahkan kepada keluarga korban masing-masing ungkapnya.

Sumber : Newsmaker.tribunews.com

berita selengkapnya Anda bisa akses melalui :aruna9news.com

Leave A Comment