Jejak Keindahan Pancuran 13 Guci Tegal Sebelum Hilang Tersapu Banjir Bandang

Banjir bandang menerjang kawasan Objek Wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, hingga menyebabkan kolam air panas Pancuran 13 lenyap terseret arus deras. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Pancuran 13 dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Guci.
Mengutip detikTravel, Objek Wisata Guci merupakan kawasan wisata alam yang mengandalkan sumber mata air panas alami sebagai daya tarik utama. Berada di lereng Gunung Slamet, Guci menawarkan udara sejuk yang berpadu dengan sensasi berendam air panas, memberikan pengalaman relaksasi bagi pengunjung.
Air panas di kawasan ini mengandung mineral alami yang dipercaya bermanfaat bagi kesehatan kulit serta membantu meredakan rasa pegal. Wisatawan dapat memilih berendam di kolam umum atau menggunakan pemandian pribadi untuk kenyamanan lebih. Suhu air yang hangat terasa semakin nikmat, terutama saat pagi dan malam hari ketika suhu udara menurun.
Beberapa titik pemandian yang populer di Guci antara lain kawasan 10 air terjun, Pancuran 7, Pancuran 13, dan Pancuran 5. Penamaan lokasi tersebut disesuaikan dengan jumlah pancuran yang tersedia di masing-masing area. Pancuran 13, misalnya, memiliki 13 titik pancuran air panas, sementara Pancuran 5 dan Pancuran 7 masing-masing memiliki lima dan tujuh pancuran.
Namun, Pancuran 13 menjadi salah satu lokasi yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (20/12). Derasnya arus air mengakibatkan kolam pemandian air panas di Pancuran 13 hilang sepenuhnya.
Pengelola Pancuran 13 Guci, Zami, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, kerusakan yang terjadi cukup serius dan tidak hanya berdampak pada Pancuran 13, tetapi juga merusak area Pancuran 5.
Zami menjelaskan hujan mulai mengguyur kawasan Guci sejak pukul 11.30 WIB dan intensitasnya meningkat sekitar pukul 14.30 WIB hingga sore hari. Akibatnya, area Pancuran 13 dipenuhi material pasir dan bebatuan yang terbawa arus banjir. Kolam pemandian air panas serta jembatan kecil yang biasa digunakan pengunjung untuk menyeberang turut hilang tersapu air.
Ia mengaku sangat terpukul melihat kerusakan yang terjadi. Menurutnya, ini merupakan pengalaman pertama di mana kolam pemandian mengalami kerusakan hingga benar-benar lenyap.
Sebagai langkah antisipasi, pihak pengelola menutup sementara Pancuran 13 Guci demi menjaga keselamatan pengunjung dan pekerja. Area pemandian dikosongkan, sementara pintu masuk utama ditutup dan digembok. Seluruh aktivitas wisata di lokasi tersebut dihentikan hingga kondisi dinyatakan aman.
sumber: detikJateng
berita selengkapnya bisa anda lihat di aruna9news.com











