Kasus Rabies meningkat tahun 2025 dua kali lipat di Jembrana Mendoya Bali Tertinggi
pemerintah pada Bidang Kewan_Kesmavet pada dinas pertanian pangan Kembrana menargetkan vaksinisasi Rabies pada hewan penularan Rabies tercatat sebanyak 80 persen pada tahun 2026.
bahwa pada kasus pada Rabies tersebut terus meninggi sejak tahun 2025 yang lalu yang hampir mencapai hingga 100 persen tepat nya di Gumi Makeuping semnetara untuk vaksinisasi tersebut mencapai sebanyak 66 persen.
hasil dari data yang sudah du peroleh bahwa kasus positif rabies pada hewan penularana tersebut pada bulan Januari sampai dengan tanggal 29 Januari 2025 melaporkan bahwa kasus tersebut sebanyak 116 kasus pada penyakit Rabies.
sebayak 54 kasus di kecamatan mendoya sebanyak 23 kasus pada Rabies sedangkan di kecamatan Jembrana dan juga di kecamatan Melaya sebanyak 15 kasus Rabies lalu di kecamatan Negara sebanyak 13 kasus dan juga 11 kasus yang berada di kecamatan Pekutatan.
kasus pada penyakit tersebut sudah hampir meningkat secara dratis dan juga total sudah hampir terus meningkat sebanyak dua kali lipat dan juga 100 persen di bandingkan pada tahun 2024 terdata sebanyak 54 kasus pada penyakit Rabies.
sementara pada tahun 2025 kasus tersebut sebanyak hampir mencapai 66 persen dan juga Target sebanyak 80 persen dan semua total estimasi tersebut sudah hampir sebanyak 41.125 ekor penyakit penularan rabies seperti Anjing, Kucing, dan juga Monyet.
sementara pada bulan Januari sampai pada akhir Desember tahun 2025 bahwa kasus tersebut ada 116 total dari kasus hewan positif Rabies semua tersebut sebanyak ada 111 ekor pada Anjing dan juga sebanyak 5 ekor kucing ungkap dari kabid Keswan-Kesmavet Jembrana I Gusti Putu Sugiarta pada tanggal 2 Januari 2026 kemarin.
bahwa dari kasis tersebut terus meningkat jumlah positif pada rabies di bandingkan pada tahun 2024 kemarin. sedangakan pada tahun 2026 bahwa lebih maksimal untuk melakukan pencengahan pada rabies dengan melakukan edukasi dan sosialisasi dan juga melakukan vaksinisasi.
untuk melakukan vaksinisasi pada penyakit rabies tersebut yang harus benar-benar harus mencapai 80 persen dan juga totak estimasi juga mencapai puluhan ekor pada hewan HPR.
pada estimasi tersebut saat masih dalam pengumpulan pada data tersebut Sugiarta menegaskan bahwa untuk seluruh masyrakat sekitar agar selalu dan ikut pada menyesusekan pada zero rabies pada beberapa tahun ke depan.
untuk seluruh masyrakat menghimbau jika memiki hewan yang mengalami HPR maka segera vaksinisasi dan juga segera melaporkan kepada petugas kesehatan pada hewan agar hewan tersebut dapat mendapat penaganan tersebut.
untuk masyarakat jika mengalami gigitan dari hewan penularan Rabies jangan dianggap sepele segera melaporkan ke faskes terdekat jika ditangani segera maka dapat memberi pertolongan jika sudah terlambat maka untuk mendapatkan pertolongan sudah sangat kecil.
maka itu untuk seluruh masyarakat sekitar jika di serang oleh hewan HPR untuk selalu melaporkan kepada bidang kesehatan agar dapat di beri penaganan secara medis agar korban yang mengalami seranagan tersebut agar bisa mednapatkan Vaksin anti rabies bagi mereka yang mengalami gigitan dari hewan tersebut maka itu jangan ragu untuk melaporkan jika mengalami serangan hewan tersebut.
Sumber : bali.tribunews.com
berita selengkapnya anda bisa akses melalui :aruna9news.com











