Kontroversi Billboard “Aku Harus Mati, Jual Jiwa Demi Harta” Berujung Penertiban, Dinilai Ganggu Mental Anak

Last Updated: 7 April 2026By Tags: , ,

Image : google

Aruna9news.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan sejumlah billboard promosi film “Aku Harus Mati, Jual Jiwa Demi Harta” pada 4 April 2026 setelah menuai protes publik karena dianggap meresahkan, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Penertiban dilakukan di tiga titik, yakni kawasan Puri Kembangan, Daan Mogot, dan Harmoni.

Langkah ini diambil menyusul kritik dari Piprim Basarah, dokter anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, yang menilai visual dan pesan dalam iklan tersebut berpotensi berdampak negatif pada kesehatan mental anak. Ia menyoroti penggunaan narasi dan tampilan yang dinilai tidak ramah bagi kelompok usia muda di ruang publik terbuka.

Penurunan billboard dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) serta Satpol PP. Pemerintah daerah menilai materi promosi tersebut tidak sesuai dengan norma dan etika penyajian konten di ruang publik.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia melalui komisionernya, Diyah Puspitarini, menyatakan bahwa langkah penertiban sudah tepat meski dinilai terlambat. KPAI menilai polemik ini mencerminkan kurangnya sensitivitas pihak pembuat iklan terhadap dampak psikologis, terutama bagi anak-anak yang terpapar konten tersebut di ruang publik.

Di sisi lain, pihak produser film menjelaskan bahwa billboard tersebut merupakan bagian dari strategi promosi tahap awal yang memang dijadwalkan tayang hingga 5 April 2026. Mereka menyebut konsep promosi dirancang untuk menarik perhatian, namun tidak menyangka akan memicu kekhawatiran publik.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya mempertimbangkan aspek moral dan dampak psikologis dalam setiap materi promosi, terutama yang dipasang di ruang publik. Ke depan, KPAI mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap konten iklan agar ruang publik tetap aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan, khususnya anak-anak.

sumber: @/mediagarisbesar

Penulis: Bunga Nur’Aini Perdana

Leave A Comment