
Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menunjukkan kontribusi akademik di tingkat internasional melalui partisipasi Prof. Drs. Adi Fahrudin, S.Psi., M.Soc.Sc., Ph.D., Guru Besar Fakultas Psikologi, sebagai Plenary Speaker pada peringatan 10th Anniversary Viet Nam Social Work Day di Hanoi, Vietnam. Kehadiran ini menjadi bagian dari kolaborasi global dalam memperkuat sistem pekerjaan sosial, khususnya dalam perlindungan anak dan kelompok rentan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, termasuk di ruang digital.
Pada forum tersebut, agenda utama menyoroti dedikasi pekerja sosial yang mendampingi anak-anak dan komunitas rentan dalam berbagai situasi menantang. Selama satu dekade terakhir, Vietnam mencatat kemajuan penting dalam penguatan sistem pekerjaan sosial. Namun, munculnya tantangan baru, terutama dalam ekosistem digital, mendorong perlunya keterampilan baru bagi pekerja sosial untuk melindungi, mendukung, dan membimbing anak-anak baik secara offline maupun online. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi berbagai mitra internasional untuk memperkuat kapasitas tenaga pekerja sosial agar setiap anak memperoleh akses dukungan yang aman, terlindungi, dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa keterlibatan dosen sebagai pembicara utama di forum internasional mencerminkan kontribusi akademisi dalam menjawab isu sosial global.
“Partisipasi Prof. Adi Fahrudin sebagai plenary speaker pada Vietnam Social Work Day menunjukkan peran aktif Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University dalam pengembangan keilmuan pekerjaan sosial di tingkat internasional. Kolaborasi global seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas pekerja sosial dan menghadirkan solusi berbasis akademik yang berdampak bagi perlindungan anak dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan ini, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University terus memperluas jejaring internasional serta mendorong kontribusi akademisi dalam penguatan sistem pekerjaan sosial global. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif, memperkuat kolaborasi lintas negara, serta mendukung pengembangan praktik pekerjaan sosial yang adaptif terhadap dinamika sosial dan perkembangan teknologi.