Real Madrid dan Jejak Sejarahnya sebagai Penguasa Sepak Bola Eropa

Last Updated: 11 Maret 2026By Tags: , , ,

Image: madridista

Aruna9news.com – Real Madrid dikenal sebagai salah satu klub paling sukses di Eropa. Klub asal ibu kota Spanyol yang dijuluki Los Blancos ini telah meraih 15 gelar UEFA Champions League, menjadikannya tim dengan koleksi trofi terbanyak di kompetisi tersebut. Pencapaian itu membuat dominasi Real Madrid di Eropa sulit disaingi oleh klub lain, bahkan dalam waktu bertahun-tahun ke depan.

Sejarah kompetisi antarklub Eropa sendiri bermula pada 1955 dari gagasan jurnalis olahraga Prancis sekaligus editor majalah L’Équipe, Gabriel Hanot. Bersama sejumlah tokoh sepak bola seperti Santiago Bernabéu dan Gusztáv Sebes, mereka menggagas turnamen yang mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai negara Eropa. Kompetisi ini kemudian berkembang menjadi Liga Champions yang dikenal saat ini.

Di bawah kepemimpinan Bernabéu, Real Madrid menjelma menjadi kekuatan besar di sepak bola Eropa. Klub ini bahkan mencatat sejarah dengan menjuarai Piala Eropa lima kali berturut-turut pada periode 1956 hingga 1960. Salah satu kemenangan paling ikonik terjadi pada final 1960 saat Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor telak 7–3.

Kesuksesan berlanjut ketika Madrid meraih gelar keenam Piala Eropa pada 1966 usai menaklukkan FK Partizan dengan skor 2–1 di final. Saat itu, skuad yang seluruhnya dihuni pemain asal Spanyol dikenal dengan julukan “Ye-ye”. Julukan tersebut terinspirasi dari lagu She Loves You milik The Beatles yang populer pada masa itu.

Image: real madrid champions 15 ucl

Memasuki dekade 1970-an, Real Madrid kembali menunjukkan dominasinya di kompetisi domestik dengan memenangkan lima gelar La Liga serta tiga trofi Piala Spanyol. Pada 1971, mereka juga mencapai final Piala Winners UEFA, meskipun akhirnya kalah 1–2 dari Chelsea. Pada 1978, klub berduka setelah presiden legendaris Santiago Bernabéu meninggal dunia saat 1978 FIFA World Cup berlangsung. Sebagai bentuk penghormatan, FIFA bahkan menetapkan masa berkabung selama tiga hari.

Era modern Real Madrid dimulai ketika Florentino Pérez terpilih sebagai presiden pada 2000. Ia membawa visi besar dengan membangun tim bertabur bintang yang dikenal sebagai era Galácticos. Sejumlah pemain top dunia direkrut, seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazário, Luis Figo, Roberto Carlos, Raúl González, Fabio Cannavaro, dan David Beckham.

Di periode berikutnya, Perez kembali membuat gebrakan dengan mendatangkan Kaká dari AC Milan serta Cristiano Ronaldo dari Manchester United dengan nilai transfer yang memecahkan rekor saat itu.

Pada 2010, kursi pelatih dipegang oleh José Mourinho. Di masa kepemimpinannya, Real Madrid sempat menjalani periode unik pada 2011 ketika harus menghadapi FC Barcelona empat kali dalam rentang 18 hari di berbagai kompetisi.

Kesuksesan besar kembali diraih pada musim 2011/2012 ketika Real Madrid menjuarai La Liga dengan catatan rekor. Mereka mengumpulkan 100 poin, mencetak 121 gol, dan mencatat selisih gol +89. Pada musim tersebut, Cristiano Ronaldo juga mencatatkan berbagai rekor individu, termasuk menjadi pemain tercepat yang mencapai 100 gol di La Liga serta mencetak gol ke seluruh 19 tim lawan dalam satu musim.

Editor: Ariel Yoga Praditya

Source: Radar kepahiang

Leave A Comment