Strategi Mahasiswa Mendapatkan THR Lebih Optimal Saat Lebaran

Ilustrasi mendapatkan THR (Aliya Lathifa Restu/Aruna9News)
Aruna9news.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) masih menjadi momen yang dinantikan, termasuk oleh mahasiswa. Bagi sebagian mahasiswa yang masih bergantung pada dukungan keluarga, THR sering kali dimanfaatkan untuk menambah biaya hidup, kebutuhan kuliah, hingga tabungan pasca-Lebaran.
Sejumlah mahasiswa menyadari bahwa besaran THR tidak semata-mata ditentukan oleh faktor ekonomi pemberi, tetapi juga oleh sikap dan cara berkomunikasi penerima. Mahasiswa yang dinilai bertanggung jawab dan mampu mengelola keuangan cenderung mendapat kepercayaan lebih dari orang tua maupun kerabat.
Menunjukkan keseriusan dalam menjalani perkuliahan menjadi salah satu faktor penting. Aktivitas akademik yang berjalan baik, keterlibatan dalam organisasi, magang, atau kegiatan produktif lainnya sering kali dipandang sebagai bentuk kesungguhan mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan. Kondisi tersebut membuat keluarga lebih yakin bahwa bantuan yang diberikan akan dimanfaatkan secara tepat.
Selain itu, cara menyampaikan kebutuhan juga dinilai berpengaruh. Mahasiswa yang mampu menjelaskan rencana penggunaan dana secara jelas, seperti untuk keperluan buku, tugas akhir, atau sertifikasi pendukung, dinilai lebih meyakinkan dibandingkan mereka yang hanya menyampaikan keluhan tanpa tujuan yang konkret.
Silaturahmi secara langsung juga masih dianggap efektif. Kehadiran mahasiswa di tengah keluarga, disertai sikap sopan dan keterlibatan dalam membantu aktivitas rumah, sering kali memberikan kesan positif. Hal ini tak jarang berdampak pada besaran THR yang diterima, dibandingkan sekadar menyampaikan ucapan melalui pesan singkat.
Dari sisi penampilan, kesederhanaan menjadi nilai tambah. Mahasiswa yang tampil rapi namun tidak berlebihan cenderung dianggap masih membutuhkan dukungan, tanpa terkesan manja atau bergaya hidup berlebihan. Sebaliknya, sikap membandingkan THR dengan saudara lain justru dinilai kurang etis dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan.
Ucapan terima kasih yang disampaikan secara tulus juga memiliki peran penting. Apresiasi sederhana dianggap mampu menjaga hubungan baik dan menjadi investasi sosial untuk tahun-tahun berikutnya. Sebaliknya, memamerkan pengeluaran berlebihan setelah menerima THR dinilai dapat menimbulkan kesan negatif di mata keluarga.
Dengan menjaga sikap, komunikasi yang baik, serta menunjukkan tanggung jawab sebagai mahasiswa, momen Lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga kesempatan membangun kepercayaan. Bagi mahasiswa, kepercayaan inilah yang kerap berpengaruh terhadap dukungan keluarga, termasuk dalam hal penerimaan THR.
Penulis : Ā Aliya Lathifa Restu










