Universitas Esa Unggul Wujudkan Solusi Digital untuk Siswa Atlet di SMA Negeri 2 Setu Bekasi

Last Updated: 20 Januari 2026By

Esaunggul.ac.id, Prestasi gemilang di lapangan olahraga seringkali harus dibayar mahal dengan ketertinggalan di bangku sekolah. Realitas pahit inilah yang dialami banyak siswa atlet di Indonesia, termasuk di SMA Negeri 2 Setu Bekasi. Namun, kini solusi konkret hadir melalui tangan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Esa Unggul yang membangun sistem pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) Moodle.

SMA Negeri 2 Setu Bekasi dikenal sebagai sekolah dengan banyak siswa berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Namun, di balik medali dan trofi yang diraih, tersimpan persoalan serius: siswa atlet sering absen dari kelas reguler karena mengikuti pemusatan latihan dan pertandingan antar daerah.

Ketidakhadiran ini bukan masalah disiplin, melainkan persoalan struktural dalam sistem pendidikan yang belum adaptif terhadap kebutuhan siswa dengan mobilitas tinggi. Materi pelajaran tertinggal, tugas tidak terpantau, dan evaluasi belajar menjadi tidak adil bagi mereka yang berjuang di dua arena sekaligus: akademik dan olahraga. Sebelum program ini hadir, guru hanya mengandalkan grup WhatsApp untuk menyampaikan materi dan tugas—tanpa sistem pencatatan kehadiran digital, tanpa repositori materi yang rapi, dan tanpa mekanisme evaluasi daring yang terstruktur.

Program bertajuk “Pengembangan Sistem Pembelajaran Digital untuk Mendukung Siswa Atlet” ini bukan sekadar pelatihan simbolik atau seremonial. Tim PkM Universitas Esa Unggul turun langsung mengembangkan dan mengimplementasikan sistem yang benar-benar digunakan dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Berangkat dari diskusi mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru mata pelajaran, tim melakukan analisis kebutuhan nyata. Hasilnya: sekolah membutuhkan sistem yang bisa diakses melalui ponsel dan laptop, mudah digunakan tanpa pelatihan teknis rumit, mendukung materi-tugas-kuis-interaksi daring, dan fleksibel bagi siswa dengan mobilitas tinggi.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim membangun LMS berbasis Moodle pada hosting dan domain sekolah, mengonfigurasi kategori kelas (X, XI, XII, dan kelas khusus siswa atlet), serta mengaktifkan berbagai fitur pendukung seperti kuis, forum diskusi, notifikasi otomatis, dan self-enrollment siswa.

“Ini bukan proyek konsep. Sistemnya hidup dan dipakai. Guru langsung membuat kelas, siswa langsung mengakses materi,” tegas Imam Santosa, M.Pd., ketua tim PkM.

Kegiatan inti dilaksanakan dalam sesi pelatihan dan uji coba langsung selama satu hari penuh. Guru tidak hanya diperlihatkan sistem, tetapi mempraktikkan langsung: mengunggah materi, menyusun kuis, memantau aktivitas siswa, dan mengelola penilaian daring. Siswa atlet mengakses sistem menggunakan ponsel dan laptop mereka sendiri, mengikuti simulasi pembelajaran, dan memberikan umpan balik secara real time.Seorang guru menyampaikan apresiasi,

“Selama ini kami seperti memadamkan api dengan WhatsApp. Dengan sistem ini, pembelajaran jadi tertata dan bisa dipantau.”

Sementara seorang siswa atlet kelas XI menyatakan,

“Sekarang kalau latihan di luar kota, saya tetap bisa ikut pelajaran. Tidak takut tertinggal lagi.”

Hasil implementasi menunjukkan perubahan signifikan. Siswa atlet mulai mengatur ritme belajar secara mandiri, mengakses materi di luar jam sekolah, dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Guru memperoleh kontrol yang lebih kuat atas proses pembelajaran, mulai dari kehadiran digital hingga evaluasi berbasis data. Lebih dari itu, muncul budaya baru di kalangan siswa: terbentuknya kelompok belajar daring dan siswa yang secara sukarela membantu teman-temannya memahami penggunaan sistem. Ini menandai lahirnya ekosistem belajar digital yang kolaboratif, bukan sekadar instruksi satu arah dari guru.

Program ini membuktikan bahwa transformasi digital di sekolah tidak harus mahal dan rumit, tetapi harus tepat sasaran. Dengan biaya terbatas dan pendekatan berbasis kebutuhan nyata, sistem pembelajaran digital dapat menjadi solusi strategis bagi kelompok siswa dengan kondisi belajar non-konvensional.

Luaran program ini didokumentasikan dalam laporan komprehensif dan dipublikasikan melalui repository Universitas Esa Unggul agar dapat dipelajari dan direplikasi oleh sekolah lain, khususnya sekolah dengan siswa berprestasi di bidang olahraga atau seni.

Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa program ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menjawab persoalan nyata di dunia pendidikan.

“Universitas tidak boleh hanya hadir di ruang akademik, tetapi harus turun langsung menyelesaikan masalah di masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa teknologi pendidikan, jika dirancang berdasarkan kebutuhan nyata sekolah, mampu menjamin hak belajar siswa atlet tanpa mengorbankan prestasi mereka di bidang olahraga,” ujar Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa pendekatan berbasis LMS yang adaptif dan mudah diakses ini sejalan dengan visi Universitas Esa Unggul dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkeadilan.

“Kami berharap model ini dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain di Indonesia, sehingga tidak ada lagi siswa berprestasi yang harus memilih antara akademik dan bakatnya,” pungkasnya.

Program ini merupakan bagian dari skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dan selaras dengan tema Renstra Human Development and Competitiveness (HDC), menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai problem-solver nyata bagi pendidikan di lapangan.

Universitas Esa Unggul Merupakan World Class University

Universitas Esa Unggul memiliki 10 fakultas yakni, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Desain & Industri Kreatif, Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Fisioterapi, Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan. Esa Unggul memiliki program pembelajaran Kelas Reguler, Kelas Karyawan dan Program Pendidikan Jarak Jauh.

Universitas Esa Unggul terakreditasi unggul berdasarkan SK BAN PT: 2041/SK/BAN-PT/Ak/PT/XI/2024. Universitas Esa Unggul juga meraih peringkat:

  • 3 PTS Terbaik Se-Jakarta
  • 15 PTS Terbaik Se-Indonesia
  • 46 PTN & PTS Terbaik Se-Nasional (Berdasarkan Pemeringkatan UniRank / 4ICU 2025)
  • Peringkat 2 DKI Jakarta, 29 Nasional, 203 Internasional (UI GreenMetric World University Rankings 2025)

Hanya Universitas Esa Unggul satu-satunya kampus di Indonesia yang mendapatkan dukungan dan kerjasama dari Arizona State University (ASU) dalam mewujudkan visinya untuk menjadi world class university, serta menyediakan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Dengan semangat “unggul dan berdampak,” Universitas Esa Unggul terus melangkah maju dalam menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap menjawab tantangan dunia di masa kini dan masa depan.

Berita selengkapnya dapat Anda akses melalui esaunggul.ac.id – aruna9news.com

Leave A Comment